Berita Utama
Kamis, 17 Januari 2008, 23:05:35 WIB
Rapat Konsultasi Pemerintah-DPR
Solusi Samsul Bahri Akan Selesai Maret
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyon dan Wapres Jusuf Kalla, Kamis (17/1) malam, melakukan Rapat Konsultasi dengan pimpinan DPR, pimpinan fraksi, dan pimpinan komisi, di Ruang Pustakaloka Nusantara IV Gedung MPR-DPR RI. Konsultasi ini membahas pengganti anggota KPU Samsul Bahri yang tersandung masalah hukum.Presiden SBY dan Wapres JK serta rombongan tiba di Gedung DPR tepat pukul 19.30 WIB. SBY, yang mengenakan batik biru tua, langsung disambut Ketua DPR Agung Laksono, Wakil Ketua Muhaimin Iskandar dan Soetarjo Soerjoguritno. Turut mendampingi Presiden, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Menkumham Andi Mattalatta, Mendagri Mardiyanto, Seskab Sudi Silalahi, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Joko Santoso, Kapolri Jenderal Pol. Sutanto, dan Jubir Andi Mallarangeng.
Usai pertemuan, Presiden SBY didampingi Ketua DPR Agung Laksono memberi keterangan pers. SBY mengatakan, pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah soal kasus Samsul Bahri setelah ada kejelasan kasus yang diperkirakan selesai dua bulan mendatang. "Karena proses hukumnya sedang berlangsung sekian bulan yang lalu. Dengan demikian, lazimnya ataupun normalnya diperkirakan bulan Maret sudah ada keputusan pengadilan tingkat pertama. Di situ kita bisa melangkah lebih konkret untuk segera mengisi kekurangan anggota KPU, karena Maret atau April, ke depan, beban tugas KPU semakin berat dan saat itulah sudah ada suatu kepastian dari status Samsul Bahri. Dari segi hukum kemudian kita ambil langkah-langkah semestinya," Presiden SBY menjelaskan.
Sebelumnya, Agung Laksono mengatakan, selain membahas soal kekosongan kursi anggota KPU, juga dibahas hal -hal yang berkembang saat ini. "Misalnya, soal pemekaran wilayah yang saat sekarang berkembang dengan berbagai dinamikanya, masalah hukum Pak Harto, kenaikan harga kedelai, serta penurunan pajak penghasilan," ujar Agung Laksono. (win)



