Berita Utama

Presiden Meminta Keselamatan dan Keamanan KA Diperhatikan

Presiden SBY dialog dengan Kepala Stasiun usai peresmian Jalur Ganda kereta api Kutoarjo-Yogyakarta, Lintas Kroya-Yogyakarta, dan Depo KRL Depok, di Kutoarjo, Jateng, Selasa ( 22/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dialog dengan Kepala Stasiun usai peresmian Jalur Ganda kereta api Kutoarjo-Yogyakarta, Lintas Kroya-Yogyakarta, dan Depo KRL Depok, di Kutoarjo, Jateng, Selasa ( 22/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Kutoarjo: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Menteri Perhubungan memperhatikan sungguh-sungguh pada upaya peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi kereta api. Presiden mengatakan hal ini pada bagian lain sambutannya saat meresmikan jalur ganda KA Kutoarjo-Yogyakarta, di Stasiun Kutoarjo, Jawa Tengah, Selasa (22/1) siang.

“Sebab kereta api merupakan sarana transportasi publik yang murah dan banyak digunakan oleh masyarakat kita," kata Presiden SBY. “Sejumlah kecelakaan kereta api belakangan ini mengharuskan kita untuk tidak boleh menunda-nunda lagi perawatan dan penggantian sarana yang sudah tidak layak lagi. Perawatan secara berkala pada rel, gerbong, dan lokomotif juga perlu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kecermatan, dan berkesinambungan."

Kepada Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, dan pihak terkait dalam pembangunan infrastruktur nasional, Presiden meminta untuk mengedepankan paradigma pembangunan infrastruktur yang seimbang. “Kepada para investor dari dalam dan luar negeri, saya mengundang untuk terlibat aktif dalam berbagai proyek pengembangan infrastruktur di Indonesia," ujar Presiden SBY.

Pemerintah bersama DPR telah dan sedang melakukan perubahan keempat paket undang-undang di bidang transportasi. Perubahan ini akan mendorong sektor swasta terlibat dalam pembangunan infrastruktur transportasi, yang berdasarkan undang-undang lama hal itu tidak dimungkinkan. “Dengan undang-undang yang baru itu, saya harapkan Departemen Perhubungan dan PT.Kereta Api Indonesia dapat lebih proaktif mengajak sektor swasta bermitra membangun sarana dan prasarana perkeretapian, seperti kereta api bandara, kereta api komuter, dan monorail,” SBY menjelaskan.

Presiden menambahkan, ke depan kita perlu mengembangkan sistem transportasi nasional terpadu, baik secara intermoda maupun sistem tata ruang nasional. Tujuannya untuk membuka keterisolasian serta terciptanya sistem distribusi nasional, regional, dan internasional. “Kesemuanya itu harus mampu memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk peningkatan jaringan transportasi antara desa dan kota, antara daerah produksi dan pemasaran yang lebih baik lagi,” ujar SBY.

Jumlah penumpang KA meningkat dari 161.291.000 tahun 2006 menjadi 168.205.000 tahun 2007 atau naik hampir 7 juta orang atau setara dengan hampir 4,5 persen. Sedangkan barang yang diangkut oleh kereta api juga menunjukkan kecenderungan meningkat. “Oleh karena itu, merujuk pada UU No. 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian, pemerintah terus meningkatkan pembangunan subsektor perkeretaapian secara efisien, efektif, transparan ,dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Presiden.

Hadir pada acara ini, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan kedua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dinoi Patti Djalal, serta Wakil Dubes Jepang Ken Okaniwa. (nnf)