Berita Utama
Rabu, 23 Januari 2008, 16:00:58 WIB
Anggaran Pertahanan Harus Dihemat
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAD Letjen Agustandi Sasongko Purnomo, KSAL laksamana Soemardjono, dan KSAU Marsekal Madya Soebandrio di Kantor Presiden, Rabu (23/1) sore. Kedatangan Menhan, Panglima, dan Kepala Staf adalah melaporkan kepada Presiden SBY tentang masalah optimalisasi anggaran Departemen Pertahanan dan Mabes TNI untuk tahun 2008.”Kita melaporkan dalam rangka penghematan yang harus kita laksanakan pada tiap-tiap satuan kerja di lingkungan Dephan dan Mabes TNI, agar anggaran yang diterima yaitu sekitar Rp 3,6 trilyun dari anggaran sekitar Rp 780 trilyun itu benar-benar dapat dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin,” kata Juwono usai bertemu Presiden SBY. ”Presiden memberikan penegasan tentang perlu diterapkannya suatu dana minimun yang diperlukan untuk pertahanan ketiga matra, darat, laut, dan udara agar dari kehadiran AU, AD, dan AL betul-betul pas dengan pemulihan ekonomi secara berlanjut,” terang Juwono.
Kata kunci yang dipesankan Presiden SBY adalah optimalisasi anggaran pertahanan di dalam keprihatinan menghadapi krisis ekonomi global yang sedang kita hadapi sekarang ini, yang berdampak pada APBN kita. ”Nominalnya naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun lalu, namun kenaikan tersebut kebayakan untuk gaji dan kenaikan uang lauk-pauk prajurit, sehingga untuk keperluan operasional sebetulnya sama saja,” tambahnya.
”Kita sudah menghitung dengan dengan cermat, karena anggaran ini sangat minim, hanya 30 persen dari yang minim diperlukan. Sebetulnya kita perlu Rp 100 trilyun atau sekitar 11 milyar Dollar AS untuk negara seluas dan sebesar Indonesia. Bandingkan saja dengan Singapura yang sudah menghabiskan 44 milyar dollar,” ujar Menhan. (osa)



