Berita Utama
Rabu, 30 Januari 2008, 18:30:02 WIB
Presiden Bertemu Pengusaha Pangan
Upaya Menormalkan Harga Bahan Pokok
Presiden SBY dan Wapres JK bersama Ketua KADIN, MS Hidayat, di Istana Negara, Rabu (30/1) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
“Intinya, Presiden menginginkan bahwa harga harus dinormalkan kembali, dalam arti harganya stabil dan pada tingkat harga yang terjangkau, terutama bahan-bahan pokok beras, gula, minyak goreng, kedelai dan terigu,” terang Boediono. “Presiden menyampaikan situasi ini, kemudian beliau ingin mendengarkan dari pelaku bisnis, apa yang bisa dilakukan para pelaku bisnis dan para pengusaha untuk bersama-sama pemerintah melakukan normalisasi harga ini secepatnya. Presiden menyampaikan bahwa dalam situasi seperti ini, kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha ini sangat diperlukan. Semuanya untuk kepentingan rakyat, kepentingan bersama,” lanjutnya.
Setelah itu Presiden mendengarkan apa yang menjadi concern dan apa yang diharapkan para pelaku dunia usaha dalam rangka bekerjasama untuk menormalkan harga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. “Berbagai usulan disampaikan dari berbagai bidang pangan dan kemudian kita catat dengan cermat. Bahkan Presiden menyampaikan beberapa respon langsung. Presiden merespon sangat positif apa saja yang disampaikan para pelaku dunia usaha,” Boediono menerangkan.
“Secara umum di bidang fiskal, di bidang kelancaran arus barang, bahkan di bidang subsidi juga dibahas. Terus terang secara umum Presiden memberikan apresiasi besar pada usulan ini dan akan merespon dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Beliau tadi menyampaikan secara spesifik bahwa hari Jumat ini akan ada keputusan nyata dan jelas mengenai apa saja yang akan kita masukan sebagai paket stabilisasi harga. Selanjutnya dunia usaha diminta untuk melaksanakan hal ini dan berbagi beban dengan pemerintah,” jelas Boediono.
Sementara itu menurut Ketua KADIN, M.S. Hidayat, karena dalam waktu dekat pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan maka sebelumnya ingin mendapatkan input sebanyak-banyaknya baik jangka pendek, menengah, dan panjang. “Dari KADIN telah membuat risalahnya. Intinya kami meminta bersama-sama dengan dunia usaha mendengarkan kendala-kendala di tiap sektor,” kata Hidayat. ”Dari KADIN tadi memberikan usulan-usulan. Poinnya adalah kami ingin agar segala daya upaya dilakukan pemerintah bersama-sama dengan dunia usaha. Kami misalnya meminta insentif fiskal, bea masuk bisa diperingan dan dinolkan bagi semua impor barang kebutuhan pangan pokok seperti kedelai, jagung, beras, terigu, dan gula,” lanjutnya.
“Kami juga menginginkan, khususnya para petani yang menanam kebutuhan pokok diberi penyangga harga pangan oleh pemerintah, terserah pemerintah ingin menggunakan intitusi Bulog atau yang lainnya. Tetapi kami ingin agar para petani dan pengusaha kecil yang melakukan usaha di bidang pangan pokok tersebut mendapatkan kepastian harga panen mereka,” ujar Hidayat.
Pemerintah juga menyarankan satu target harga untuk beberapa komoditi, namun karena Presiden masih melihat ada selisih pendapat antara harga yang diinginkan dunia usaha dan yang diinginkan pemerintah, maka tim teknis akan merumuskan target harga tersebut menjadi target bersama. “Ada komitmen dari dunia usaha dengan pemerintah agar dunia usaha dan pemerintah melakukan stabilisasi harga bahan pokok. Apabila seluruh keluhan dan masalah-masalah-masalah yang dipaparkan dunia usaha dapat ditanggapi pemerintah, kami yakin tahun 2008 ini kita bisa melakukan target tersebut,” Hidayat menerangkan. “Bahkan untuk sektor beras misalnya, kami yakin tahun ini sudah tidak impor lagi. Sementara untuk kedelai masih harus memerlukan program khusus karena kebutuhan kita memang cukup besar,” tambahnya.
Hadir pula dalam acara ini antara lain adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukkam Widodo A.S., Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendag Mari E. Pangestu, Mentan Anton Apriyantono, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sementara para pengusaha pangan yang datang antara lain adalah Dirut PT. Sugar Group, Dirut PT. Garuda Food Putra Putri jaya, Dirut PT. Gunung Madu Plantation, dan Dirur PT. Sriboga. (osa)



