Berita Utama

SBY pun Terjebak Banjir

Presiden SBY terpaksa pindah ke mobil Paspampres karena dihadang banjir setinggi lutut di kawasan Sarinah, Jakarta, sepulang dari sidak di Karawang, Jumat (1/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY terpaksa pindah ke mobil Paspampres karena dihadang banjir setinggi lutut di kawasan Sarinah, Jakarta, sepulang dari sidak di Karawang, Jumat (1/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Dalam perjalanan pulang setelah melakukan sidak di Pasar Baru Karawang, Jawa Barat, menuju Istana Kepresidenan, Jumat (1/2) siang, rombongan Presiden Susilo Bambang terjebak kemacetan akibat hujan deras, dan banjir, yang mengguyur Jakarta sejak malam sebelumnya. Bahkan ketika rombongan Presiden SBY berada di depan Sarinah di jalan MH Thamrin, mobil Presiden SBY terhenti karena tidak dapat melewati genangan air setinggi lutuk orang dewasa.

Setelah berhenti beberapa saat, akhirnya Presiden SBY memutuskan untuk turun dari mobil sedan berpelat RI-1 dan pindah ke mobil Jeep milik Paspampres yang lebih tinggi. ”Presiden SBY juga manusia biasa, sama dengan orang-orang yang lain. Kalau banjir, Presiden juga ikut kena,” kata Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. ”Kebetulan mobil yang ditumpangi Presiden tidak memungkinkan untuk melewati genangan air yang cukup tinggi, sehingga SBY harus turun dan pindak ke mobil yang lebih tinggi. Bila Presiden tetap memaksakan mobilnya menerjang banjir, maka nantinya akan mogok di tengah jalan,” Andi menjelaskan.

Saat ini, rombongan Presiden SBY telah tiba di Istana Kepresidenan. Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (31/1) malam mengakibatkan beberapa ruas jalan di Jakarta mengalami kemacetan luar biasa akibat banjir dimana-mana. Bahkan di beberapa tempat, pohon-pohon tumbang akibat hujan disertai angin yang cukup kencang. Pohon di depan Gedung Sekretariat Negara, di jalan Majapahit, juga pohon di halaman samping kiri-depan Istana Negara juga tumbang. (win/osa)