Berita Utama
Senin, 4 Februari 2008, 19:01:47 WIB
Paparan di Dephan
Prioritaskan Alutsista Produk Dalam Negeri
Presiden SBY didampingi Wapres JK memberi keterangan pers, usai mendengar paparan Menhan, di Kantor Dephan, Senin (4/2) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Dijelaskan oleh Presiden SBY di dalam konfernesi persnya, bahwa Dephan akan terus mengaktualisasikan kebijakan strategi pertahanan negara. ”Kebijakan-kebijakan itu dituangkan di dalam kebijakan pembangunan dan modernisasi kekuatan pertahanan yang akhirnya muara dari konsekuensi itu adalah anggaran untuk aktualisasi biaya pertahanan,” jelas Presiden SBY.
Presiden SBY menambahkan, dengan APBN yang dimiliki negara saat ini, akan ada prirotas di dalam modernisasi alat persenjataan dan peralatan yang diperlukan. “Dalam kaitan ini, anggaran lebih diprioritaskan pada tugas-tugas operasi nyata, pendidikan dan pelatihan, kepentingan readiness, pemeliharaan peralatan serta pemberian kesejahteraan yang layak kepada prajurit,” jelas SBY.
Menhan juga melaporkan kebijakan, rencana serta program untuk pengadaan alutsista yang tentunya sesuai dengan yang diperlukan oleh TNI saat ini. “Kepentingan tugas-tugas lainnya apabila ada kontigensi. TNI bertugas mempertahankan negara. Oleh karena itu, yang jadi orientasi dan sasaran adalah membangun sistem pertahanan TNI dengan yang disebut Minimum Essential Core,” jelas SBY usai menerima pemaparan.
Di dalam ratas ini, SBY juga memberikan arahan untuk melanjutkan penggunaan industri dalam negeri untuk pengadaan alutsista. ”Sehingga dicapai efisiensi di dalam pembiayaan alutsista tersebut,” jelas SBY.
Di dalam pemaparan tersebut, Presiden, Wapres beserta Menhan juga membahas langkah-langkah yang dilakukan TNI di dalam usaha menghemat listrik, BBM dan air. ”Kami ingin jajaran TNI memberikan contoh sebagai sebuag institusi yang hemat di dalam penggunaan listrik, BBM dan air,” jelas SBY. (mit)



