Berita Utama

Pemda DKI Harus Menekan Berkembangnya Virus Flu Burung

Presiden SBY mendengar paparan Gubernur DKI Fauzi Bowo, di Balai Kota DKI, Selasa (5/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY mendengar paparan Gubernur DKI Fauzi Bowo, di Balai Kota DKI, Selasa (5/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Pemda DKI Jakarta menekan kemungkinan berkembangnya virus flu burung serendah mungkin. Gubernur Fauzi Bowo menjelaskan hal itu dalam keterangan pers, usai pemaparan di hadapan Presiden SBY dan sejumlah menteri, di Balai Kota Pemda DKI Jakarta, Selasa (5/2) siang.

"Kami harus all out untuk itu. Jakarta punya kewajiban untuk segera membangun pusat penampungan ayam. Kami relokasi ke tempat yang tidak dekat dengan hunian,” kata Sauzi Bowo, yang akrab disapa Foke.

Perda DKI mengenai hal itu menyebutkan bahwa masalah flu burung ini harus tuntas sampai tahun 2010. Saat ini, lanjut Foke, Pemda sedang membangun tempat penampungan ayam bersusun dan tersentralisasi. “Dengan demikian lebih mudah kami melakukan pembersihan, disinvektanisasi, keamanan dan lain-lain,” Foke menambahkan. Pemda juga sedang menyesuaikan langkah-langkah pencegahan agar pada tahun 2008 ini korban meninggal akibat flu burung bisa ditekan sekecil.

Masalah lain yang juga dibahas dalam pemaparan tersebut adalah soal dampak Peraturan Presiden mengenai kebijakan stabilisasi harga pangan. Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu meminta Pemda DKI memantau harga pangan ini di pasar-pasar tradisional dan retail.

“Kami akan melihat dampak pola subsidi yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk beberapa komoditas, seperti minyak goreng, tepung terigu, dan kedelai. Berapa cepat manfaatnya dirasakan oleh mereka yang terkait langsung dengan komoditas itu,” jelas Foke .

Mendampingi Presiden SBY pada kunjungan kerja ke Pemda DKI Jakarta ini, antara l;ain, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menkominfo M.Nuh, Menkes Siti Fadillah Supari, Mendag Mari Elka Pangestu, Kepala BMG Sri Woro, serta Jubir Presiden Andi A.Mallarangeng. (nnf)