Berita Utama
Senin, 11 Februari 2008, 15:08:34 WIB
Presiden Minta Panglima TNI Pastikan Keamanan Perbatasan dengan Timor Leste
Presiden SBY memberi keterangan pers soal penembakan Presiden Timor Leste Ramos Horta, di teras depan Kantor Presiden, Senin (11/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)
“Sebagaimana yang saya sampaikan setiap ada kejadian di Timor Leste, apakah yang bersifat politik dan keamanan, kita harus melakukan sesuatu agar tidak berdampak kepada Indonesia,” kata Presiden SBY.
Presiden mengingatkan, seringkali kalau ada kejadian di Timor Leste selalu itu dikaitkan dengan elemen yang ada di Indonesia. “Meskipun tahun-tahun belakangan hal itu tidak pernah terdengar lagi, namun kita berkewajiban memastikan bahwa Indonesia berada di tempat yang tepat. Tidak mencampuri urusan dalam negeri Timor Leste, tetapi kita menjalin dan membangun hubungan bilateral yang baik untuk kepentingan kedua negara,” SBY menjelaskan.
Atas peristiwa serangan terhadap Ramos Horta dan PM Xanana Gusmao di kediamannya di Dili, dini hari tadi, Presiden SBY menyatakan terkejut dan prihatin. Menurut Presiden, aksi kekerasan seperti ini bisa mengancam demokrasi dan eksistensi pemerintahan yang sah. ”Secara pribadi saya mendoakan agar setelah melewati proses perawatan yang baik, kesehatan Ramos Horta bisa pulih kembali dan bisa segera bekerja dan memimpin negara dan bangsa Timor Leste,” Presiden menambahkan.
Presiden juga berharap otoritas keamanan dan hukum yang bertanggung jawab di Timor Leste dapat mengatasi keadaan dan menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya. Presiden SBY percaya militer dan kepolisian Timor Leste bisa mengatasinya. Apalagi di sana juga ada pasukan penjaga perdamaian dari PBB. (win)



