Berita Utama

Penting Peran Daerah dalam Penataan Pasar Tradisional

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pentingnya mengatur keberadaan pasar tradisional dan hypermarket secara adil. Penegasan ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain keterangan persnya, usai mendengar paparan Menteri Perdagngan Mari E.Pangestu, di Kantor Departemen Perdagangan, Jakarta, Rabu (13/2) sore.

"Kami menyadari bahwa 120 juta pedagang kecil itu memerlukan pasar tradisional, pasar induk, dan pasar-pasar pendukungnya. Kita tahu bahwa muncul hypermarket yang barangkali untuk komunitas tertentu diperlukan. Karena itu yang diperlukan adalah pengaturan yang baik," kata Presiden SBY.

"Pada tingkat pemerintah, saya sudah mengeluarkan Peraturan Presiden No.112 Tahun 2007, tetapi yang paling berperan adalah pemerintah daerah. Para bupati, walikota, harus mengatur yang dimana dibangun hypermarket dan dimana pasar tradisional sehingga menjadi adil," ujar Presiden.

Presiden SBY memberikan pujian pada para pemimpin daerah yang membangun pasar tradisional yang ternyata bersih, sehat, dan nyaman. "Hal itu tentu saja bagus untuk rakyat kita karena bisa membeli di pasar-pasar tersebut dengan harga yang sedikit lebih murah, tetapi dalam keadaan yang nyaman," jelas SBY.

"Saya berharap melalui mimbar ini para Bupati, Walikota dapat terus dengan gigih melakukan penataan pasar-pasar, membangun fasilitas pasar tradisional. Kita perlu menyatukan APBN dan APBD untuk menolong mereka semua agar pasar tradisional dapat tumbuh dengan baik," tandas SBY. (osa)