Berita Utama
Kamis, 21 Februari 2008, 21:38:15 WIB
Cap Go Meh untuk Indonesia Bersatu
Presiden SBY dan Ibu Negara hari Kamis (21/2) malam menghadiri acara Malam Seni dan Budaya Festival Cap Go Meh di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. (foto:anung/presidensby.info)
Perayaan Cap Go Meh yang diselenggarakan pada hari ke-15 setelah perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini mengusung tema Indonesia Bersatu. Presiden beserta rombongan tiba di lokasi pada pukul 19.30 WIB disambut tari Jaipong kontemporer yang memiliki ciri khas budaya Tionghoa.
Dalam sambutannya, Presiden SBY memuji dan menaruh harapan terhadap tema Cap Go Meh kali ini. "Jika kita sungguh bersatu, pasti kita akan maju. Mari perkuat dan perkokoh kebersamaan dan persatuan, dengan cara saling sayang menyayangi, hormat menghormati, tolong menolong dalam kesetiakawanan yang tinggi. Yang kuat bantu yang lemah, yang kaya bantu yang miskin, yang maju bantu yang belum maju," jelas SBY.
Dijelaskan oleh SBY bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki wilayah yang luas serta terdiri dari berbagai macam penduduk dengan latar belakang budaya yang berbeda, akan kuat apabila semua bersatu padu membangun negeri. "Negara kita wilayahnya luas, penduduk besar, bangsanya beragam. Kalau kita tidak terpecah belah, tidak saling menyalahkan dan tidak saling bermusuhan, maka bangsa kita tidak hanya menjadi kuat, tapi juga maju dan sejahtera. Mari kita yakini semua itu," kata SBY kepada ribuan undangan yang hadir. Dengan persatuan dan kesatuan, menurut SBY, bangsa Indonesia akan tampil sebagai bangsa yang terhormat dan bermartabat di forum dunia.
Usai memberikan sambutan, Presiden beserta seluruh tamu undangan yang hadir dihibur operet Indonesia Bersatu, yang bercerita tentang kedatangan Laksamana Ceng Ho di Semarang, serta akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya Indonesia. Selain operet, disuguhkan juga tari-tarian kontemporer serta lagu-lagu Tionghoa yang dibawakan oleh artis-artis generasi muda.
Turut hadir mendampingi Presiden di dalam acara ini antara lain Menbudpar Jero Wacik, serta beberapa duta besar negara sahabat. (mit)



