Berita Utama

Presiden Terima Delegasi IDB

Indonesia Dukung Pembentukan Islamic Solidarity Fund for Development

Presiden SBY hari Kamis (6/3) sore menerima delegasi Bank Pembangunan Islam, di Kantor Kepresidenan. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY hari Kamis (6/3) sore menerima delegasi Bank Pembangunan Islam, di Kantor Kepresidenan. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Indonesia mendukung penuh ide pembentukan Islamic Solidarity Fund for Development (ISFD), yang merupakan inisiatif dari Islamic Development Bank (IDB). Dukungan itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada delegasi IDB di Kantor Presiden, Kamis (6/3) sore.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, kunjungan delegasi Bank Pembangunan Islam dalam rangka untuk merealisir suatu ide yang disampaikan pada saat KTT Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Senegal tahun 1991. “ Ini merupakan ide untuk membentuk apa yang disebut Islamic Solidarity Fund for Development. ISFD ialah suatu dana yang akan dibentuk atau sedang dibentuk saat ini, untuk meningkatkan solidaritas dan kerjasama diantara negara-negara Islam, terutama difokuskan kepada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengurangan kemiskinan,” kata Menkeu.

Menurut Sri Mulyani, target dari ISFD yaitu ingin mengumpulkan 10 milyar dollar AS. “Tapi tentu saja ini perlu satu komitmen, terutama kontribusi dari seluruh negara anggota IDB. Sampai hari ini kontribusi dari negara-negara anggota mencapai 1,milyar dollar AS, dan IDB sendiri menyumbangkan 1 milyar dollar AS, sehingga totalnya 2,6 milyar dollar AS. IDB dalam hal ini akan datang dan juga mencari dukungan seluruh negara anggota untuk bisa merealisir ISFD, meskipun ini mungkin dalam waktu agak lama,” kata Menkeu lagi.

Dari sisi program ISFD, menurut Menkeu, dana tersebut tidak akan digunakan secara langsung, tapi diinvestasikan dan kemudian bunganya yang akan mendanai berbagai program yang berhubungan terutama dengan pengurangan kemiskinan. “Salah satunya seperti melakukan kemitraan swasta dengan masyarakat untuk menciptakan ekonomi rakyat, apakah dalam bentuk keuangan mikro maupun kegiatan-kegiatan lain. Kedua, dalam bentuk bantuan teknis berupa training untuk jurusan yang bersifat ketrampilan agar bisa meningkatkan kemampuan masyarakat untuk bisa menciptakan kesempatan kerja,” kata Menkeu.

”Bapak Presiden menyampaikan bahwa Indonesia mendukung penuh seperti yang disampaikan beliau didalam pertemuan OIC sebelumnya, maupun yang nanti akan dihadiri dalam petemuan di Senegal. Dalam hal ini Indonesia, selain juga karena diminta tidak hanya dari sisi pendanaan, tetapi Indonesia punya banyak sekali pengalaman di dalam program pengentasan kemiskinan. Pihak IDB akan minta Indonesia untuk memberikan kontribusi, baik dalam bentuk pendanaan maupun berbagai program-program pengentasan kemiskinan yang di indonesia, yang sudah dikenal di dunia internasional. Kredit-kredit keuangan mikro yang di Indonesia sudah berjalan dan cukup dikenal secara internasional, mungkin akan dipertimbangkan sebagai salah satu pola yang akan diadopsi oleh ISFD untuk diterapkan,” kata Menkeu.

Oleh karena itu, kata Menkeu, saat ini Indonesia sedang menghitung untuk bisa berkontribusi dalam bentuk pendanaan maupun program yang akan dilakukan dalam rangka mendukung ISFD.

Delegasi IDB yang hadir adalah Dr. Ahmed Mohammed Ali Al-Madani (Presiden IDB Grup), Abdel Rahman Swar Al Dahab (mantan Presiden Republik Sudan), Prof.Dr.Ing.B.J Habibie (mantan Presiden RI), Mansour bin Fetten (penasihat Presiden IDB), dan Ahmed S.Hariri, Direktur IDB Kantor Regional di Kuala Lumpur. Sedangkan Presiden SBY didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal. (nnf)