Berita Utama

Kunjungan ke Masjid Nurul Latief

Persaudaraan Sejak 300 Tahun Lalu

Presiden SBY berdialog dengan masyarakat Afsel keturunan Indonesia  di masjid Nurul Latief di Kramat Macassar, Cape Town, Afrika Selatan, Minggu (15/3) pagi waktu setempat atau Minggu sore WIB. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY berdialog dengan masyarakat Afsel keturunan Indonesia di masjid Nurul Latief di Kramat Macassar, Cape Town, Afrika Selatan, Minggu (15/3) pagi waktu setempat atau Minggu sore WIB. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Cape Town: Usai bertemu Gubernur Cape Town, Ebrahim Rasool, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono beserta seluruh rombongan mengunjungi Masjid Nurul Latief serta Makam Syeikh Yusuf di Kramat Macassar, Cape Town, Minggu (15/3) pukul 10.15 waktu setempat. Kedatangan Presiden beserta rombongan disambut dengan shalawat yang penuh kehangatan oleh seluruh komunitas keturunan Indonesia di Kramat Macassar. Diantara mereka terdapat Imam Masjid Nurul Latief, Adam Philander, dan para pengurus Masjid Nurul Latief serta Moslem Judicial Council.

Setibanya di masjid, Presiden SBY langsung melaksanakan shalat sunah masuk masjid sebanyak 2 rakaat. Seluruh rombongan serta seluruh komunitas muslim di Masjid Nurul Latief pun turut melaksanakan shalat sunah bersama.

Adam Philander, mewakili seluruh komunitas muslim di Kramat Macassar, mengungkapkan perasaan bahagia atas kunjungan saudara-saudaranya dari Indonesia, karena sebagian besar masyarakat muslim yang berada di Kramat Macassar adalah keturunan Indonesia. "Saya berharap dengan adanya kunjungan ini hubungan antara saudara-saudara kami di Indonesia dengan komunitas muslim dan warga Cape Town akan semakin kuat," kata Adam.

Salah satu perwakilan siswa madrasah setempat yang bernama Hajierah, memberikan ucapan selamat datang kepada Presiden SBY dan Ibu Negara. "Pada kesempatan ini, bangsa Afrika, terutama warga Indonesia yang berada di Afrika, ingin mengucapkan selamat datang kepada Presiden dan Ibu Negara. Kunjungan ini sangat dihargai karena kita memiliki hubungan persaudaraan yang erat sejak 300 tahun lalu sampai hari ini. Ini semua terjadi karena anugerah Tuhan. Kami berharap Tuhan melimpahkan rahmat di dalam hubungan persaudaraan ini," kata gadis manis yang baru menginjak usia 22 tahun tersebut.

Presiden SBY mengungkapkan rasa syukurnya, bahwa bangsa Indonesia memiliki hubungan persaudaraan yang erat antara warga Indonesia dan Afsel. Oleh karena itu, Presiden SBY, Ibu Negara beserta rombongan, mewujudkan rasa syukur tersebut dengan mengunjungi komunitas muslim di Kramat Macassar untuk mempererat tali silaturrahmi antara sesama ummat. "Sebelum berkunjung ke Afrika Selatan, saya menghadiri KTT OKI di Dakkar. Selurut umat Islam dari berbagai negara bersatu bekerja sama untuk memberikan kebaikan serta meningkatkan kesejahteraan seluruh umat. Kami memfokuskan diri untuk mencapai keadilan, kesejahteraan dan dan kerja sama seluruh umat manusia," kata SBY.

Di dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY mengundang Gubernur Western Cape, Ebrahim Rasool, untuk berkunjung ke Indonesia, dalam rangka memperkuat hubungan persaudaraan dan meningkatkan kerjasama antara kedua negara.

Usai melakukan sillaturahmi dengan seluruh komunitas muslim, Presiden SBY melakukan ziarah ke makam salah satu pahlawan bangsa Indonesia, Syeikh Yusuf. Makam tersebut terletak tak jauh dari Masjid Nurul Latief. (mit)