Berita Utama
Senin, 24 Maret 2008, 22:29:11 WIB
Presiden pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad:
Pemimpin Harus Sabar, Tegar, Tawakkal dan Bertanggung Jawab
Presiden SBY, Wapres JK dan Menag Maftuh Basyuni pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Istana Negara, Senin (24/3) malam. (foto: anung/presidensby.info)
"Merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat kita, apa saja masalahnya, masalah-masalah yang sesungguhnya ditimbulkan oleh banyak hal, sebahagian kelanjutan dari masalah masa lalu, sebahagian permasalahan yang muncul sekarang ini dan sebagian lagi masalah yang mengalir dari perkembangan dunia seperti krisis keuangan, tingginya harga minyak dunia serta kenaikan harga –harga pangan , ” Ujar Presiden SBY.
”Kita juga harus siap menerima sikap kurang sabar dari sebagian saudara-saudara kita, atau barangkali cemooh, karena semata-mata kita memang sedang mengembang amanah. Harus kita terima itu. Tidak boleh ada kata menyerah atau putus asa, mari kita hadapi, kita jalani dan terus kita bangun negeri tercinta ini menuju hari esok yang lebih baik,” tegas Presiden SBY.
Dikatakan, bukan hanya Indonesia yang mengalami tantangan, namun dunia yang kita tempati ini juga menghadapi ujian dan tantangan."Paling tidak ada tiga hal. Pertama, persoalan perdamaian dan ketertiban dunia. Kedua, masalah ekonomi dan kesejahteraan, krisis keuangan global, harga minyak tinggi, dan kesenjangan sosial, ekonomi yang menganga dalam kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Yang ketiga adalah perubahan iklim dan pemanasan global yang sebahagian besar akibat ulah manusia, disamping bencana yang merupakan peristiwa alam," katanya.
Jawaban menghadapi semua itu, lanjut SBY. "Masyarakat dunia harus lebih bersatu dan bersama-sama mengatasi masalah tersebut, termasuk Indonesia, harus bertanggung jawab dengan pertama-tama tentunya berbuat yang terbaik bagi negerinya, sehingga apa yang kita lakukan menjadi bagian dari apa yang dilakukan oleh umat manusia sedunia, ” ujar Presiden. (win)



