Berita Utama
Sabtu, 29 Maret 2008, 18:15:40 WIB
Presiden SBY:
Demokrasi Harus Dilandasi Etika dan Ketertiban
Presiden SBY menyampaikan sambutan Peringatan Nyepi Tahun Baru Saka 1930, Sabtu (29/3) sore, di Mbes TNI, Cilangkap, Jakarta. (foto: abror/presidensby.info)
“Menghadapi itu semua, dengan penuh keyakinan diri, saya mengajak seluruh warga negara Indonesia, marilah hadapi semua ini dengan tegar. Pemerintah akan mengambil tanggung jawab penuh untuk mengatasi masalah ini, mengambil langkah yang tepat agar masalah-masalah tersebut dikelola dengan baik," kata Presiden SBY. Dengan doa restu seluruh rakyat Indonesia, lanjutnya, pemerintahan bersama rakyat akan terus bekerja mengatasi masalah-masalah tersebut.
Di dalam kesempatan itu, Presiden mengingatkan kembali seluruh pimpinan dan pejabat daerah untuk tetap fokus pada tugasnya walaupun sudah memasuki tahun persiapan Pemilu. “Dalam proses demokrasi di Pemilu, sudah pasti ada kompetisi. Namun kompetisi tersebut tidak boleh merusak tali persaudaraan. Kompetisi bisa dilaksanakan dengan penuh etika dan ketertiban dengan langkah-langkah yang baik," Presiden SBY menegaskan.
Presiden mengingatkan, di dalam era demokrasi sekarang ini, hak azasi manusia semakin dihormati. Presiden berharap kebebasan digunakan dengan penuh akhlak, etika, dan tanggung jawab. “Kebebasan tidak boleh menghancurkan kebebasan pihak lain, kebebasan tidak boleh tidak disertai dengan ketidaktenggangrasaan. Kebebasan mesti hidup berdampingan secara damai dengan kepatuhan terhadap pranata," kata Presiden.
Selain Presiden SBY, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, pemimpin lembaga tinggi negara, duta-duta besar negara sahabat dan para tokoh agama serta Gubernur Bali Dewa Made Beratha dan Wakil Gubernur Alit Kesuma Kelakan hadir di dalam acara ini. (mit)



