Berita Utama

Ratas Bahas Tindak Kekerasan di Monas

Presiden SBY memimpin ratas di Kantor Menko  Polhukam, Jl. Merdeka Barat, hari Senin (2/6) petang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY memimpin ratas di Kantor Menko Polhukam, Jl. Merdeka Barat, hari Senin (2/6) petang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (2/6) petang memimpin rapat terbatas (Ratas), di Kantor Menko Politik Hukum dan Keamanan, Jl. Merdeka Barat. Ratas ini, kata Menko Polhukan Widodo antara lain membahas tentang tindak kekerasan yang dilakukan kelompok tertentu terhadap kelompok lain yang terjadi pada hari Minggu (1/6) di Lapangan Monas.

"Kita menyesalkan kekerasan yang terjadi tersebut, dan meminta aparat hukum secara tegas dan konsisten melakukan langkah-langkah penegakan hukum secara profesional, proporsional dan transparan. Masalah ini juga harus kita lihat bukan hanya dalam konteks tindak kekerasan dan pelanggaran hukum itu sendiri, tapi juga bagaimana kita melihat masalah tersebut menimbulkan pencitraan buruk terhadap peradaban yang ada di Indonesia ,” ujar Widodo AS, didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Sutanto, Jaksa Agung Hendarman Supandji, dan Kepala BIN, Syamsir Siregar. Untuk itu , lanjut Widodo, telah menjadi kewajiban kita semua untuk bersama-sama mencegah terulangnya kembali tindak kekerasan tersebut.

"Kita harus memahami ekspresi penyampaian pendapat, unjuk rasa dan sebagainya ini, tetap harus kita berikan ruang sebagai refleksi penghormatan kita terhadap kehidupan demokrasi. Penyampaian pendapat dan unjuk rasa ini jelas harus terus dapat kita kelola dengan baik, tanpa ada kekerasan. Dalam konteks ini, harus dipastikan bahwa penyampaian pendapat dan unjuk rasa dilakukan sesuai undang-undang yang ada," ujar Widodo kepada wartawan.

Dalam Ratas di Kantor Menko Polhukam ini juga dihadiri hadir antara lain Menhan Juwono Sudarsono, Mensesneg Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda, Menteri Hukum dan Ham Andi Mattalatta,Menseskab Sudi Silalahi, serta dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (win)


 

Link Terkait: