Berita Utama

Presiden:

Jangan Biasakan Diri Mengedepankan Kekerasan

Presiden SBY didampingi Ibu Negara dan Menteri Agama Maftuh Basyuni, hadir pada  pembukaan MTQ Nasional di Serang, Banten, Rabu (17/8) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Negara dan Menteri Agama Maftuh Basyuni, hadir pada pembukaan MTQ Nasional di Serang, Banten, Rabu (17/8) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Serang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak segenap kaum muslimin di tanah air untuk menjadikan Al-Quran pedoman dalam menciptakan kehidupan yang harmonis. Jika terjadi perbedaan pendapat dalam kehidupan beragama, diselesaikan secara damai melalui dialog. Presiden menegaskan hal itu dalam sambutan pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-22, di Serang, Provinsi Banten, Rabu (17/6) malam.

"Marilah bangun kebersamaan dalam mengatasi persoalan dengan cara-cara yang sungguh Islami. Saya mengajak kepada seluruh tokoh ulama dan pemimpin umat untuk terus membimbing, membina dan menghindarkan umatnya dari tindakan-tindakan yang tidak terpuji," ujar Presiden SBY.

Jika terjadi kesalahpahaman dan perbedaan pendapat dalam kehidupan beragama, Presiden SBY berharap agar seluruh umat dapat menyelesaikan dengan damai. Melakukan dialog, musyawarah untuk mufakat. "Janganlah membiasakan diri mengedepankan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Marilah kita laksanakan ajaran agama dengan sebak-baiknya, marilah jadi umat beragama yang patuh dan taat agar senantiasa mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Marilah menjalankan dan perlihatkan ajaran Islam secara benar, yang sesuai dengan kandungan Al-Quran dan Sunnah Rasul. Jangan menjalankan keimanan dan ajaran yang keliru, karena pasti mendatangkan permasalahan dan mendatangkan pertentangan baik untuk diri sendiri maupun untuk komunitas umat Islam yang lebih luas," Presiden SBY menandaskan.

Dalam menghadapi permasalahan dan pertentangan semacam ini, SBY berharap para ulama dapat mengatasinya secara tepat dan bijak. "Bimbing kembali yang keliru dalam keimanan dan ibadahnya sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Sunnah Rasul. Membiarkan seseorang yang salah arah dan tersesat adalah kekeliruan. Selamatkanlah, bimbinglah mereka kembali ke jalan yang benar dengan penuh tanggung jawab dan persaudaraan," jelas SBY.

Presiden mengatakan, tidak ada seorangpun boleh mengatasnamakan Islam jika ia tidak berperilaku Islami. "Siapapun tidak boleh mengatasnamakan, memperjuangkan Islam yang dimana ia tidak berperilaku dan tidak melakukan tindakan yang Islami. Islam itu damai, Islam itu teduh, Islam itu cinta keadilan. Islam itu menjauhi kekerasan dan Islam selalu menganjutkan persatuan serta menjauhi permusuhan," Presiden SBY menegaskan.

Hadir mendampingi Presiden SBY dalam acara ini, antara lain, Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Jusman Sjafii Djamal, Mendagri Mardiyanto, Menpera Yusuf Asyari, Seskab Sudi Silalahi, Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (mit)