Berita Utama

Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah

Presiden SBY menerima kenang-kenang dari Rois Aam Jam`iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu`tabarah An-Nahdliyyah, dalam acara silaturahmi di Asarama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Senin (30/6) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menerima kenang-kenang dari Rois Aam Jam`iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu`tabarah An-Nahdliyyah, dalam acara silaturahmi di Asarama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Senin (30/6) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Senin (30/6) malam, bersilaturrahmi dengan peserta Musyawarah Kubro Nasional Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Kedatangan Presiden beserta seluruh rombongan disambut hangat oleh seluruh peserta dengan nyanyian shalawat nabi.

Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah adalah badan otonom yang menghimpun pengikut aliran Thariqah yang mu'tabar di lingkungan Nahdlatul Ulama. Badan yang didirikan pada bulan Juni 1979 ini secara rutin berkumpul untuk membahas persoalan-persoalan keagamaan serta memberikan masukan dan sekaligus membedakan diri dengan aliran-aliran kebatinan yang tidak mu`tabar, dan tidak berdasar kepada ajaran Rasulullah SAW.

Kepada jamaah, Presiden SBY dalam sambutannya berharap bahwa seluruh ulama serta anggota Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah dapat terus melanjutkan peran, tugas dan perjuangannya. "Terutama karena dunia kita sedang menghadapi banyak tantangan. Oleh karena itu banyak sekali yang memerlukan bimbingan yang teduh dari para ulama," ujar Presiden SBY. SBY juga berharap para ulama dan anggota jamaah selain mengemban amanah, juga melakukan peran yang lebih lagi untuk membangun hari esok yang lebih baik serta berjuang untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan.

Presiden SBY menceritakan hal-hal yang disepakati oleh Indonesia dan beberapa negara berpenduduk Islam di dalam KTT OKI. Diantaranya adalah mengajarkan Islam yang agung, membangun tata pemerintahan yang transparan, melayani masyarakat serta bertanggung jawab dan juga bersepakat untuk membangun peradaban baik yang mengedepankan peradaban Islam. "Islam harus menjadi rahmat semesta alam," ujar Presiden SBY yang disambut dengan tepukan tangan yang meriah oleh para peserta.

Presiden SBY juga mengingatkan bahwa kondisi dunia sedang tidak bersahabat. Ada krisis minyak, krisis pangan serta perubahan iklim. "Dunia memang tidak bersahabat, bersama, insya Allah,/i> semua musibah bisa menjadi berkah bila kita sabar, berikhtiar dan tegar serta tabah dalam menghadapinya. Marilah bersama-sama kita atasi ini, insya Allah ada jalan keluar untuk Indonesia," kata SBY memberikan semangat.

Tampak hadir mendampingi Presiden SBY, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menag Maftuh Basyuni, Menkominfo M. Nuh, Mendagri Mardiyanto, Seskab Sudi Silalahi, serta Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng. Presiden SBY beserta seluruh rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 21.00 WIB. (mit)