Berita Utama

Pertemuan dengan Dua Investor Malaysia

Presiden Minta Masalah Pembebasan Lahan Bisa Diselesaikan

Presiden SBY saat menerima CEO Plus Expressways, di Hotel Crowne Plaza, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/7) pagi.(foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY saat menerima CEO Plus Expressways, di Hotel Crowne Plaza, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/7) pagi.(foto: haryanto/presidensby.info)
Kuala Lumpur: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (7/7) pagi, mengadakan pertemuan (one on one meeting) dengan dua investor Malaysia. Mereka adalah CEO Plus Expressways, yang bergerak dalam bidang infrastruktur, dan CEO MTD Capital Berhad, bidang konstruksi. Dalam pertemuan tersebut, Presiden mendengarkan langsung hambatan yang dihadapi kedua investor di Indonesia dan berharap agar proyek investasi ini dapat berjalan dengan baik.

Pertemuan Presiden SBY dengan kedua investor Malaysia berlangsung di Hotel Crowne PLaza, Kuala Lumpur. Dimulai dengan Plus Expressways, pukul 10.00 waktu setempat. Pihak Expressways dipimpin oleh Dato` Ahmad Pardas Senin, Deputy Chairman. Sekitar setengah jam kemudian, Presiden menerima CEO MTD Capital yang dipimpin Dr. Nik Gussain.

Menurut Ketua BKPM M.Lutfi, Plus Expressways memiliki jalan tol di Malaysia sepanjang 973 km dan total seluruh dunia 1100 km. Sementara MTD Capital sudah menandatangani kontrak untuk mengerjakan jalan tol Cikampek Palimanan sepanjang 116 km dengan investasi Rp 5,9 triliun. Capital juga akan membangun tol Cimanggis-Cibitung dengan investasi sebesar Rp 3,1 triliun. ”Jadi mereka sudah berinvestasi kira-kira mencapai Rp 9 triliun di jalan tol di Indonesia dengan panjang 140 km,” Lutfi menjelaskan usai mendampingi Presiden dalam one on one meeting tersebut.

Capital menemui beberapa masalah dalam berinvestasi membangun jalan Tol dari Cibitung-Cilincing, seperti soal naiknya harga BBM dan kejelasan pembebasan tanah. ”Proyek yang awalnya senilai 250 juta dolar AS, akaibat naiknya BBM melonjak menjadi 400 juta dolar AS,” Lutfi menambahkan.

Atas kedua masalah itu, lanjut Lutfi, mereka meminta pemerintah Indonesia agar memiliki tim koordinasi untuk persoalan lahan.Misalnya antara Departemen Keuangan dan Pekerjaan Umum. ”Tadi Presiden juga langsung menelepon Menteri PU untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan Menteri PU mengatakan masalahnya tidak serumit itu," ujar Lutfi. Departemen PU, lanjutnya, akan turun langsung ke Cirebon menyelesaikan masalah lahan itu dengan pemiliknya agar jalan sepanjang 400 meter tersebut bisa dibebaskan.

Presiden SBY meminta agar proyek-proyek infrastruktur dapat berjalan lancar. Misalnya, MTD Capital sudah membuka Terminal Energi Coal di pantai Cigading dengan total investasi lebih dari Rp 11 triliun. "Kedua perusahaan itu (MTD Capital dan Plus Expressways) sudah menandatangani perjanjian investasi sekitar bulan Desember 2007,” ujar Lutfi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY didampingi, antara lain, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari E.Pangestu, Seskan Sudi Silalahi, Kepala BKPM M.Lutfi, Ketua Kadin M.Hidayat, dan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal. (win)