Berita Utama

KBRI di Kabul Terkena Dampak Bom Mobil

RI Minta Afghanistan Beri Perlindungan Keamanan

Presiden SBY memberi keterangan pers soal KBRI Afghaistan yang terkana bom mobil, di Hotel Crowne Plaza, Kuala Lumpur, Senin (7/7) petang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memberi keterangan pers soal KBRI Afghaistan yang terkana bom mobil, di Hotel Crowne Plaza, Kuala Lumpur, Senin (7/7) petang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Kuala Lumpur: Serangan bom mobil terhadap Dubes India di Afghanistan mengakibatkan kantor KBRI berantakan. Dua diplomat kita terluka dan lima anggota keamanan lokal meninggal. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu kepada wartawan Indonesia yang mengkuti kunjungan kerja di Malaysia, Senin (7/7) sore, di Hotel Crowne Plaza, Kuala Lumpur.

Presiden SBY menjelaskan hal ini setelah menerima laporan dari Menlu Hassan Wirajuda. Siang tadi, Menlu mendapat laporan bahwa gedung KBRI di Kabul, Afghanistan, rusak dan kaca-kaca hancur berantakan akibat serangan bom mobil. "Namun, serangan itu sesungguhnya ditujukan kepada Dubes India yang kebetulan sedang dalam iring-iringan mobil yang melintas di depan Kedubes Indonesia," SBY menjelaskan.

“Serangan bom mobil itu ikut membuat dua diplomat kita luka-luka dan 5 anggota keamanan lokal meninggal dunia. Oleh karena itu saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada petugas keamanan KBRI dan saya berharap yang luka-luka dapat dirawat dengan baik,” kata Presiden SBY.

“Saya berharap pemerintah Afghanistan bisa tetap memberikan perlindungan keamanan kepada KBRI kita, dan hukum harus ditegakkan. Kita akan terus berkomunikasi untuk mengelola permasalahan ini,” Presiden menambahkan.

“Tapi yang perlu saya sampaikan kepada rakyat Indonesia, bukan KBRI kita yang jadi sasaran, bukan dubes dan diplomat kita pula yang jadi sasaran. Tapi ini dampak karena dekatnya lokasi KBRI dengan serangan terhadap Dubes India itu,” ujar Presiden SBY. (har/win)