Berita Utama
Senin, 7 Juli 2008, 19:06:56 WIB
SBY Minta Jajaran Birokrasi Jangan Hambat Investasi
Presiden SBY saat memberikan keterangan pers kepada wartawan Indonesia, di Hotel Crowne Plaza, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/7) sore. (foto: abror/presidensby.info)
“Menyelesaikan masalah itu harus konklusif, jangan terhenti di jalan. Cape kita berusaha terus menjalin kerjasama dengan semua pihak, mendorong ekonomi tumbuh, investasi berjalan, pembangunan infrastruktur terus dilakukan, kalau masih ada hambatan-hambatan birokrasi. Masalah itu tidak diselesaikan secara serius dan masih terjadi," kata Presiden SBY kepada wartawan Indonesia yang menyertai kunjungan kerja ke Malaysia.
Ketika di Kalimantan Timur, sebelum bertolak ke Malaysia, Presiden juga memberikan teguran yang keras terhadap lambannya birokrasi ini. "Simpul-simpul pemerintah yang cenderung tidak memberikan percepatan di dalam pengurusan, artinya ini rakyat yang dirugikan karena ekonomi tidak tumbuh,” tegas Presiden SBY.
Presiden SBY kembali meminta pers, untuk melihat langsung jajaran pemerintah yang lalai dan yang responsif terhadap hal-hal seperti ini. “Kalau begini terus kita akan kehilangan peluang," SBY menandaskan. "Sudah saatnya bagi yang lalai, saya minta kepada semua menteri, para pimpinan daerah, untuk diberikan sanksi tegas karena kita kehilangan kesempatan, kalau ada yang tidak berjalan dalam upaya pembanguan infrastruktur atau bentuk investasi atau kerjasama yang lain,” SBY menambahkan.
Hambatan utama dalam pembangunan infrastruktur, terutama jalan, adalah pembebasan tanah. “Selama ini rakyat kita cukup kooperatif dan mereka mengerti itu adalah untuk kepentingan yang lebih luas. Jual belinya pun baik dan saya selalu menggariskan agar rakyat mendapatkan harga pembelian yang wajar dan baik. Jangan sebaliknya. Namun selalu ada pihak-pihak yang memang tidak semudah itu karena alasan satu dan lain hal. Ada juga spekulan tanah, membeli cepat-cepatan lalu dijual kembali mahal sekali sehingga akhirnya berhenti proyek itu,” ujarnya.
Pernyataan Presiden tersebut disampaikan untuk menanggapi hasil pertemuan dengan dua investor Malaysia, pagi tadi. Mereka adalah CEO Plus Expressways yang bergerak dalam bidang infrastruktur, dan CEO MTD Capital Berhad, bidang konstruksi. Dalam pertemuan tersebut Presiden mendengarkan langsung hambatan yang dihadapi investor itu dalam melakukan investasi di Indonesia.
Ketikamemberi keterangan pers, Presiden SBY didampingi Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, Menteri LH Rachmat Witoelar, Seskab Sudi Silalahi, Kepalat BKPM M.Lutfi, Ketua Umum KADIN MS.Hidayat, serta kedua Jubir Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (win)



