Berita Utama
Senin, 7 Juli 2008, 19:18:00 WIB
Presiden:
Indonesia Juga Punya Profesional Muda di Luar Negeri
Presiden SBY, didampingi para menteri yang menyertai kunjungan ke Malaysia, memberi keterangan pers di Hotel Crowne Plaza, Kuala Lumpur, Senin (7/7) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
“Mereka kaum terpelajar, para ahli, kaum profesional yang menurut saya merupakan capital atau modal bagi bangsa kita. Capital intelektual. Ini membuktikan bahwa putra-putri Indonesia di manapun, baik di luar negeri atau di dalam negeri, kalau mereka sungguh-sungguh ingin berkarya, berkontribusi, untuk pembangunan bangsanya tentu akan lebih cepat cita-cita kita Indonesia menuju negara maju di abad ini,” ujar Presiden SBY.
Selama ini, dunia hanya mengenal China atau India yang memiliki putra-putri terbaiknya tersebar di berbagai negera dan kemudian mereka berkontribusi untuk negaranya. Indonesia, kata Presiden, juga punya potensi yang tidak kecill. ”Oleh karena itu saya sungguh menyambut baik apa yang diniatkan oleh mereka itu untuk melakukan sesuatu bagi bangsa dan negaranya,” Presiden menambahkan.
Presiden menceritakan saat berkunjung ke Australia dalam rangka mengadiri KTT APEC, beberapa waktu lalu. Saat itu Presiden berkesempatan berdialog dengan peserta Konferensi Pelajar Indonesia di luar negeri. Mereka juga menyerahkan hasil seminarnya. "Itu pilihan mereka. Mengabdi kepada negara bisa dilakukan dari mana saja, dengan profesi dan jabatan apa saja. Dari Indonesia banyak yang bisa dilakukan. Kalau anda sunguh memilih untuk bekerja di luar negeri sebagai pilihan profesi atau pilihan pekerjaan, saya persilakan. Asalkan tetap cinta pada tanah airnya, pada bangsanya, dan betul-betul terus berkontribusi," SBY menjelaskan.
SBY menilai, apa yang dilakukan perwakilan generasi muda Indonesia di Malaysia adalah contoh konkret apa yang bisa mereka lakukan. Mereka berjanji akan mengajak ekspatriat Indonesia di seluruh dunia untuk melakukan sama, membangun networking. "Oleh karena itu, sekali lagi, saya sambut dengan baik dan pemerintah akan mendukung. Biarkan mereka membangun networking itu yang bebas dari politik praktis sehingga betul-betul apa yang dilakukan untuk pembangunan ekonomi ataupun bidang yang lain," kata Presiden SBY. (win)



