Berita Utama
Sabtu, 26 Juli 2008, 21:26:42 WIB
Presiden:
Kebudayaan untuk Mempererat Persaudaraan
Presiden SBY menyampaikan sambutan sebelum menyaksikan sendratari "Napak Tilas Peradaban Manusia", di Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (26/7) malam. (foto: abror/presidensby.info)
"Tentu saja, kesamaan budaya dan peradaban dari keenam negara tersebut harus kita gunakan untuk lebih merajut kebersamaan dan persaudaraan diantara sesama negara ASEAN serta untuk meningkatkan pariwisata, budaya dan agama,“ ujar Presiden SBY.
Keenam negara ASEAN tersebut memiliki peninggalan peradaban dari zaman keemasan Buddha, yaitu Angkor Wat di Kamboja, Candi Bagandi di Myanmar, Candi Luang Frabang di Laos, Candi Ayuthaya di Thailand, Candi Oc ‘Eo di Vietnam, dan Candi Borobudur di Indonesia.
“Jejak peradaban yang tersebar di keenam negara itu memiliki pesan moral dari masa silam yang dapat kita pedomani pada masa kini,“ kata Presiden SBY. Warisan peradaban masa silam itu, lanjutnya, mampu menumbuhkan proses kreatif yang melahirkan berbagai bentuk kesenian, tradisi, dan budaya bernuansa reliji. “Proses kreatif demikian ini dapat merekatkan persahabatan dan kehidupan harmonis antar bangsa,” SBY menambahkan.
Seni tari relijius yang disuguhkan dalam pagelaran “Napak Tilas Peradaban Manusia: Perjalanan Sang Buddha” merupakan tampilan seni yang bernafaskan Buddha dan sarat dengan kandungan nilai-nilai luhur. Pagelaran seni itu menggambarkan perjalanan pendakian spiritual Buddha untuk mendapatkan pencerahan sejati. Di dalamnya dilukiskan keteguhan dan tekad kuat untuk mencapai tujuan yang mulia. ”Sebuah sikap hidup yang mudah-mudahan dapat menjadi sumber motivasi bagi umat Buddha khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya dalam mengatasi berbagai persoalan dan tantangan zaman dewasa kini,” terang Presiden.
Dengan pesan-pesan moral dan spiritual semacam itu, Presiden SBY berharap masyarakat nasional dan internasional terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam mempromosikan warisan budaya di setiap negara. ”Berikan kemasan yang lebih variatif dalam promosi dan ekspresi warisan budaya, sehingga keseluruhan tampilannya benar-benar menjadi produk ekonomi warisan dan ekonomi budaya yang bernilai tinggi, yaitu tampilan seni budaya yang menarik, indah, dan berkesan bagi para wisayawan” jelas SBY.
Ussai memberikan sambutan, Presiden SBY bersama para duta besar dari negara-negara ASEAN yang menjadi deklarator Trail of Civilatzaiton dan 300 undangan lainnya menyaksikan pagelaran kesenian: ”Napak Tilas Peradaban Manusia: Perjalanan Sang Buddha”. Pagelaran yang menceritakan tentang perjalanan Buddha tersebut dibawakan oleh negara Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Masing-masing mebawakan sendratari berjudul Enlightment, Angulimalajataka, Human Nature, Len Dong, dan Raja Asoka.
Turut mendampingi Presiden SBY dalam acara ini, antara lain, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menbudpar Jero Wacik, dan kedua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Pati Jalal. (mit)



