Berita Utama

Bela Sungkawa Meninggalnya Dr. Sjahrir

Jimbaran, Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dr. Sjahrir, salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang ekonomi. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali Intercontinental Hotel usai bertemu peraih Nobel dari Bangladesh, Prof. Muhammad Yunus.

"Saya atas nama pemerintah dan atas nama keluarga mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Almarhum adalah salah satu tokoh yang saya anggap kritis, dalam arti menyampaikan pandangan-pandangan yang kritikal, kemudian mengemukakan persoalan apa adanya yang dalam pengembangan kebijakan di bidang ekonomi selama ini, betu-betul sangat membantu saya sebagai Kepala Pemerintahan beserta jajarannya," jelas Presiden SBY.

Presiden SBY mendoakan agar almarhum bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. "Saya juga sudah menelpon Ibu Sjahrir yang masih berada di Singapura, dan kami berharap beliau dan keluarga tegar menghadapi cobaan ini. Terus terang kita kehilangan Dr. Sjahrir. Nampaknya penyakit yang beliau derita sepertinya belum lama benar, hanya beberapa bulan yang lalu, tetapi ini tentu adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," jelas SBY.

Dr. Sjahrir meninggal di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapore hari Senin (28/7) pukul 09.08 waktu setempat. Mendampingi Presiden saat memberikan keterangan persnya antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa serta Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa)