Berita Utama
Selasa, 29 Juli 2008, 12:50:51 WIB
Chakib Khelil, Presiden OPEC:
Kenaikan Harga Minyak Berdampak Buruk Bagi Konsumen dan Produsen
Presiden SBY hari Selasa (29/7) siang menerima Chakib Khelil, Presiden OPEC, di Kantor Presiden. (foto: abror/presidensby.info)
Chakib Khelil dan Presiden SBY mendiskusikan beberapa hal, antara lain mengenai harga minyak yang melambung tinggi dan penyebabnya, serta mengenai usaha-usaha Indonesia dan Aljazair dalam meningkatkan kerja sama bilateral. Usai bertemu Presiden, Chakib Khelil didampingi Purnomo Yusgiantoro dan Dino Patti Djalal menjelaskan, Indonesia memegang peranan yang sangat penting di OPEC, dari awal terbentuknya organisasi negara-negara pengekspor minyak tersebut, dan terus berlanjut hingga saat ini.
Mengenai melonjaknya harga minyak, kata Khelil, hal tersebut berdampak buruk bagi konsumen dan produsen minyak. "Faktor melonjaknya harga minyak, tidak berhubungan dengan permintaan dan penawaran. Karena kita tidak bisa menjelaskan perubahan harga minyak hanya karena faktor permintaan dan penawaran, kecuali terdapat faktor-faktor lain seperti faktor geopolitik. Apabila ada sebuah ancaman yang mengancam daerah yang memproduksi minyak, sudah pasti harga minyak akan terkena imbasnya," jelas Khelil.
Sedangkan mengenai kerja sama bilateral, Khelil berharap bahwa Indonesia dan Aljazair akan terus meningkatkan kerja samanya di berbagai bidang, terutama di bidang investasi. "Kita harus meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Aljazair. Perusahaan-perusahaan di Indonesia dan Aljazair harus saling meningkatkan investasinya di kedua negara. Pertemuan ini adalah pertemuan yang positif dalam rangka meningkatkan kerja sama antara kedua negara sahabat itu," kata Chakib Khelil. (mit)



