Berita Utama
Kamis, 31 Juli 2008, 13:40:55 WIB
Kishore Mahbubani:
Indonesia Terbebas dari Krisis pada Masa Pemerintahan SBY
Jakarta: Kontras dengan keadaan di Amerika Serikat setelah serangan 9 September, Indonesia yang mengalami keadaan sama setahun sesudahnya setelah peledakan Bom Bali 12 Oktober 2002, tidak mangalami kemunduran. Ini berkat kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Demikian dikatakan Prof. Kishore Mahbubani, Dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, saat memberikan Presidential Lecture berjudul “Indonesia Between Asian Revival and Global Crisis”, di Istana Merdeka, Kamis (31/7) pagi.“Meskipun Indonesia mengalami krisis keuangan tahun 1998 dan 1999 yang menyebabkan keadaan ekonomi turun secara signifikan, dan meskipun Indonesia mengalami kekacauan politik sebagai akibat krisis keuangan, Indonesia berjalan mantap ke depan, menuju kemajuan demokrasi,” kata Mahbubani. ”Yang luar biasa, kurang dari 10 tahun sejak krisis keuangan di Indonesia, Freedom House mengumumkan survei global yang berjudul Freedom In The World tahun 2005 bahwa status Indonesia telah berubah dari hanya ’sebagian bebas’ menjadi ’bebas’ pada masa pemerintahan Presiden SBY,” Mahbubani menegaskan.
Presiden SBY, lanjuut Mahbubani, pantas mendapatkan pujian atas sukses ini. ”Inilah mengapa dua sarjana terkemuka, Andrew MacIntyre dan Douglas Ramage, mengatakan bahwa Presiden SBY adalah pemimpin yang paling cakap, fokus. dan internasionalis setelah era Presiden Soeharto. Catatan kepemimpinan Presiden SBY akan menggema pada dekade-dekade mendatang,” Mahbubani menambahkan.
”Tetapi cerita tentang kesuksesan Indonesia tidak sepenuhnya menyebar di seluruh dunia. Ini karena media internasional didominasi media-media Barat, yang tidak dapat membayangkan jika Asia dapat berbuat lebih baik dari Barat di berbagai area,” terang Mahbubani. ”Inilah mengapa saya memutuskan untuk menulis buku The New Asian Hemisphere untuk menyediakan perspektif non-Barat pada kehebatan transformasi di Asia. Sesuatu yang luar biasa telah terjadi di Asia, tetapi dunia tidak terlalu paham apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan beberapa negara Asia juga tidak sadar bagaimana luar biasanya cerita-cerita di negara-negara Asia,” tambahnya.
Presidential Lecture oleh Prof. Kishore Mahbubani dapat dibaca selengkapnya pada kolom Perspektif Lain. (osa)



