Berita Utama

Peringatan Israk Mi`raj di Pangkalpinang

Peristiwa Israk Mi`raj Mengajarkan Untuk Selalu Tabah Menghadapi Cobaan

Presiden SBY memberi sambutan pada peringatan Israk Mi`raj,  di Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, Babel,  Kamis (31/7) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memberi sambutan pada peringatan Israk Mi`raj, di Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, Babel, Kamis (31/7) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Pangkalpinang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara, Kamis (31/7) malam berada di Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk menghadiri peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW 1429 H. Acara yang dihadiri ribuan masyarakat Kepulauan Babel ini, berlangsung penuh hidmad dan kesederhanaan.

Dalam sambutanya, Gubernur Kepulauan Babel Eko Maulana Ali mengatakan bahwa kunjungan Presiden yang kedua kalinya ini, memberi motivasi bagi jajaran pemerintah dan masyarakat Babel untuk bekerja keras lagi membangun Babel . "Kedatangan Presiden ini tentu rasa cintanya kepada masyarakat Babel. Semoga beliau diridhoi oleh Allah SWT, " kata Eko Maulana Ali disambut seluruh undangan yang memenuhi Masjid dan pelataran

Sementara itu, Dr.Ir, Abdullah Sahab,M.Eng yang membawakan uraian Isra Mi`raj menjelaskan bahwa perkembangan teknolog saat ini, seringkali kehilangan nilai positifnya dan sudah mengalami distorsi dan melantur jauh dari kodrat sesungguhnya. “Alih-alih mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia, malah seringkali mendatangkan bencana dan musibah serta penderitaan yang belum pernah dirasakan umat manusia sebelumnya," ujar Abdullah Sahab, dosen Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Menurut Abdullah Sahab, Al Quran sejak awal menperingatkan kita bahwa pengembangan saints teknologi tidak bisa dipisahkan dengan nilai-nilai dan norma agama dan tanggung jawab manusia sebagai makhluk rasional dan intelektual, untuk bisa memanfaatkan iptek yang dikembangkan menuju kebahagiaan seluruh umat manusia," ujar Abdullah dalam uraiannya dengan tema Hikmah sebagai unsur Utama Pengembangan Ilmu Pengetahuan.

Menag Maftuh Basyuni dalam sambutannya mengharapkan agar momen peringatan Isra Mi`raj dan hari-hari besar Islam lainnya, jangan sampai hanya dijadikan simbol ataupun seremonial rutinitas tahunan saja, akan tetapi perlu adanya pemahaman dan pengamalan secara utuh dalam kehidupan sehari-hari yang dipetik dari hikmah dan pesan Isra Mi`raj.

Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan bahwa banyak pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Mi`raj Nabi Muhammad yang mengajarkan untuk selalu tabah menghadapi cobaan ."Mendorong kita untuk bangkit dan terus berjuang menjadi sebuah bangsa yang unggul dan maju. Bukankah Rasulullah SAW dalam membangun Islam di Mekkah dan Madinah , tidak luput dari ujian , cobaan, dan tantangan? Namun dengan keteguhan iman, keiklasan dan kesiapan untuk berkorban, segala ujian, cobaan dan tantangan itu dapat diatasi dengan baik," ujar Presiden SBY

Selain itu, Presiden SBY juga mengingatkan kembali krisis global yang melanda dunia yang berimbas juga ke Indonesia, krisis energi, krisis pangan, keuangan serta perubahan iklim global. "Alhamdulillah harga beras di negara kita tetap stabil. Kemampuan kita dalam mengatasi krisis pangan diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Organisasi Pangan Dunia atau FAO memuji keberhasilan kita dalam mengatasi persoalan pangan," ujar Presiden SBY

Presiden menambahkan untuk menjadi bangsa yang maju harus menjaga dan memperkuat kemandirian." Kita tidak boleh memiliki ketergantungan yang tinggi kepada bangsa lain secara absolute. Kita harus memiliki daya saing yang tinggi serta membangun dan memiliki peradaban bangsa yang mulia," kata Presiden. (win)