Berita Utama
Jumat, 1 Agustus 2008, 12:00:56 WIB
Presiden di Bangka:
Parpol Dibutuhkan untuk Membangun Demokrasi, Bukan Saling Bermusuhan
Presiden SBY berdialog dengan tokoh masyarakat se Provinsi Babel, di Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Jumat (1/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden mengajak masyarakat Babel agar bersatu membangun Babel, supaya dapat sejajar dengan daerah -daerah lain di Indonesia. "Saya senang masyarakat Babel dapat bersatu menyatukan tekad membangun daerahnya untuk bisa bangkit sejajar daerah lainnya. Dengan bersatu merupakan kekuatan dasyhat. Jangan kita ini merugi, karena adanya perbedaan identitas, lantas kita tidak bisa bersatu, tidak bisa rukun, tidak bisa bersama-sama mengatasi keadaan, " kata Presiden.
Presiden menambahkan, partai politik dibutuhkan untuk menghidupkan demokrasi, untuk menyiapkan kader-kader yang akan mengelola negara, pemerintah dan daerah. "Tapi jangan karena adanya parpol lantas kita seolah-olah bermusuhan, berjarak satu sama lain. Mari kita pahami betul-betul bahwa kita ini satu bangsa , bangsa indonesia," ujar Presiden.
Lebih jauh Presiden berharap agar Babel sebagai provinsi yang baru terbentuk, untuk terus bekerja keras membangun. "Namun tentu tidak bisa dicapai hanya dengan satu atau dua tahun. Tidak mungkin kita mengejar negara-negara yang sudah ratusan tahun merdeka dibandingkan Indonesia. Tapi mari terus konsisten, kompak, rencana yang bagus, " lanjut Presiden.
Sebelumnya Gubernur Babel Eko Maulana Ali menyampaikan, sebagai provinsi termuda, berbagai program percepatan pembangunan daerah telah dilakukan agar bisa sejajar dengan daerah lain, antara lain peningkatan kapasitas Bandara Depati Amir, aarana perluasan pelabuhan, pembangunan dan pengembangan kepariwisataan, termasuk pembangunan Universitas Bangka Belitung.
Selain itu Gubernur melaporkan juga soal Kredit Usaha Rakyat ( KUR) yang diluncurkan presiden SBY tahun 2007 telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Kini yang telah tersalur dari BRI, BNI dan Mandiri senilai Rp 22 milyar dari 1800 unit usaha. "KUR ini terbukti mampu menjadi solusi bagi kesulitan masyarakat dalam berusaha. Untuk itu program KUR harus terus ditingkatkan nilainya di Babel. Sementara PNPM tahun 2008 senilai Rp 51 millyar, dengan perincian Rp 35 milyar APBN, dan APBD Rp. 15 milyar, yang telah disalurkan di pedesaan dan perkotaan di seluruh Kepulauan Babel.
Tampak hadir mendampingi Presiden Mensesneg Hatta Rajsa, Mendagri Mardiyanto, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menkominfo Muh. Nuh, Kapolri Sutanto dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win)



