Berita Utama

Presiden:

Privatisasi BUMN Harus Jelas dan Membawa Manfaat

Presiden SBY berdialog bersama tokoh masyarakat se Provinsi Babel, di Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Jumat (1/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY berdialog bersama tokoh masyarakat se Provinsi Babel, di Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Jumat (1/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Sungai Liat: Privatisasi BUMN harus jelas konsepnya dan harus membawa manfaat bagi masyarakat. Tidak boleh sembarangan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal ini menjawab pertanyaan peserta dalam dialog dengan tokoh masyarakat se provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Jumat (1/8) pagi.

Presiden SBY mengatakan bahwa banyak negara melakukan privatisasi BUMN dan ternyata mampu membawa kebaikan. ”Makin efesien, tidak banyak korupsi, dan penyimpangan. Dan akhirnya rakyat bisa dilayani dengan baik. Yang tadinya saham negara, kemudian (dengan privatisasi) ada yang dimiliki masyarakat. Akhirnya rakyat yang diuntungkan,” ujar Presiden.

Namun, Presiden mengingatkan, privatisasi pada prinsipnya harus jelas konsepnya. "Harus membawa manfaat, tidak boleh sembarangan. Tidak boleh kongkalikong, tidak boleh ada orang yang memiliki kepentingan tertentu. Akhirnya jadi rusak,” kata Presiden

Privatisasi harus betul-betul selektif. Tidak semua BUMN harus diprivatisasi. Harus betul-betul transparan. "Yang memang harus dikelola negara untuk kebaikan, harus dikeloa negara," SBY menandaskan. Satu-dua BUMN mungkin harus diprivatisasi dengan tujuan dan keyakinan membawa kebaikan. "Dan kita sepakati yang harus dilakukan,” Presiden menjelaskan. (win)