Berita Utama
Kamis, 7 Agustus 2008, 12:35:38 WIB
Bertemu Pimpinan Pascasarjana PTN se Indonesia
Strategi Manajemen Pembangunan Energi dan Pangan Harus Makin Tepat
Presiden SBY beramah tamah dalam pertemuan dengan Pimpinan Pasca Sarjana Perguruan Tinggi (PTN) se Indonesia, di Istana Negara, Kamis (7/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dalam arahannya mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan perguruan tinggi, untuk terlibat dalam ketahanan pangan dan energi. ”Pangan, energi dan pembangunan ini urusan besar, pemerintah pusat dan daerah, pihak swasta, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan masyarakat luas semua harus harus terlibat dalam ketahanan pangan dan energi. Tidak boleh hanya diserahkan kepada pemerintah atau swasta atau litbang, semua harus bersinergi, “ ujar Presiden.
Ditambahkan, kebijakan strategi manajemen pembangunan energi dan pangan harus makin tepat. "Yang masih relevan dipertahankan, yang masih baik jangan diganggu, yang nyata-nyata tidak cocok mari diubah. Ini negara, negara kita sendiri. Pemerintah, pemerintah kita sendiri. Kalau nyata-nyata tidak sesuai kendala kemampuan kita, kita ubah dan kita perbaiki. Banyak yang kita perbaiki. Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden. Saya sangat adaptif dan responsif terhadap semua itu. Reformasi untuk itu sebetulnya,” kata Presiden SBY.
Selain itu , lanjut Presiden, dengan realitas globalisasi, ada banyak faktor di luar jangkauan atau kemampuan bangsa Indonesia. ”Oleh karena itu, tidak usah kecil hati, mari kita kreatif mencari opportunity di tengah kesulitan dan selalu ada. Mensiasati bagaimana kita tidak merugi dalam globalisasi, tapi kita beruntung, ”ujar Presiden SBY.
”Di atas segalanya, adalah aksi nyata. Tahun 2006 di Departemen Pertanian, saya putuskan tambahan beras dua juta ton agar kita betul-betul bisa berswasembada. Waktu itu terus terus terang banyak yang tidak yakin. Tetapi tidak ada kata-kata tidak bisa. Harus bisa. Insyah Allah dengan semua bekerja, gubernur, bupati, walikota, kami mondar mandir ke daerah , bisa kita capai,” tambah Presiden.
Sebelumnya, Dekan Pasca Sarjana IPB, Prof.Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro,MS sebagai ketua pelaksana pertemuan melaporkan, kegiatan pertemuan Pascasarjana PTN se Indonesia ini diadakan tiap tahun, tempatnya bergantian. Tahun 2008 ini IPB sebagai tuan rumah. ”Ada empat tema yang dikupas dalam pertemuan ini. Pertama, pangan dan kedaulatan bangsa. Kedua, ancaman krisis energi. Ketiga, dekonstruksi politik pertanian dan pedesaan dalam penanggulangan kemiskinan, dan keempat, peningkatan akses, mutu dan relevansi program pasca sarjana,” kata Khairil Anwar .
Saat menerima peserta Pimpinan PTN itu, Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Mentan Anton Apriyantono, Menpan Taufik Effendy, dan Menseskab Sudi Silalahi. (win)



