Berita Utama
Jumat, 8 Agustus 2008, 12:07:37 WIB
Presiden Hadiri Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-13 2008
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-13 Tahun 2008 dan Peresmian Pembukaan Ritech Expo 2008 di Istana Negara, Jumat (8/8) pagi. Tahun ini tema yang dipilih adalah ‘Inovasi Untuk Pemberdayaan Industri’.Menristek Kusmayanto Kadiman melaporkan bahwa berkenaan dengan inovasi yang dihasilkan dan memperingati 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional telah terjaring lebih dari 600 karya inovasi anak negeri dari Sabang sampai Merauke. “Lebih dari 600 karya tersebut dinilai oleh panitia independen yang terdiri dari unsur pemerintah, dunia bisnis, akademis, dan tokoh-tokoh masyarakat dan akhirnya terpilih 100 karya inovasi,” jelas Kusmayanto. “Jumlah inovasi tersebut membuat kita yakin bahwa bangsa Indonesia mampu duduk sejajar dengan bangsa-bangsa lain dengan semangat Indonesia Bisa,” lanjutnya.
“Karya-karya ilmiah sampai kepada produk-produk yang masuk ke pasar telah menimbulkan pengertian, semangat, penghargaan terhadap hak atas kekayaan intelektual,” ujar Kusmayanto. “Upaya sungguh-sungguh yang dipimpin langsung Presiden SBY telah berhasil mengeluarkan Indonesia dari tudingan sebagai negara paling banyak membajak hak atas kekayaan-kekayaan intelektual. Ini adalah suatu prestasi yang pantas kita banggakan,” Menristek menegaskan.
Usai menyampaikan laporannya, Menristek menyerahkan buku yang berjudul 100 Inovasi Indonesia kepada Presiden SBY. Buku ini adalah kumpulan 100 inovasi iptek pilihan dari 623 inovasi iptek yang dihasilkan para peneliti Indonesia yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi produk industri. 100 pelaku inovator yang telah diseleksi tersebut juga diundang untuk bertemu dengan Presiden SBY.
Presiden SBY kemudian menyerahkan penghargaan Anugerah Riset Masyarakat dan Ristek-Medco Energi Award kepada dua orang perwakilan inovator, yaitu Slamet Hardiseno dan Sunit Hendrana. Hasil temuan Slamet adalah optimasi energi alternatif berbahan baku limbah untuk menggerakkan usaha desa. Sedangkan hasil temuan Sunit adalah teknologi ultra fast heterogeneous sulfonation untuk pembuatan membran polimer fuelcell.
Kepada 100 inovator terpilih dan berprestasi serta seluruh inovator di Indonesia yang secara gigih terus mengembangkan sesuatu untuk kepentingan kehidupan umat manusia, Presiden SBY mengucapkan terimakasih dan penghargaan. “Teruslah menjadi dan memberi contoh dalam pengembangan dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kehidupan masyarakat kita,” kata SBY.
“Saya menilai agenda dan fokus ristek kita sangat tepat karena relevan dan sekaligus ingin menjawab berbagai permasalahan dan tantangan yang kita hadapi sekarang ini. Ada enam bidang yang dijadikan prioritas ristek, yaitu pangan, energi, transportasi, informasi dan komunikasi, pertahanan dan kemanan, dan kesehatan,” tambah SBY.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY juga melakukan dialog video conference dengan para pakar inovasi di Mall Mega Kemayoran, Jakarta, Universitas Sriwijaya Palembang, dan Universitas Udayana Bali. Hadir pada acara ini, antara lain, Mensesneg Hatta Rajasa dan Menkominfo M. Nuh.(osa)



