Berita Utama
Minggu, 10 Agustus 2008, 09:33:02 WIB
Apel Nasional Hemat Energi dan Air
Jajaran Pemerintah Diinstruksikan Hemat BBM dan Air 30 Persen
Presiden SBY menghadiri acara Hari Hemat Energi dan Air, di Silang Monas, Jakarta, Minggu (10/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Acara yang dihadiri sekitar 6000 peserta ini diawali senam pagi bersama, disusul dengan laporan Menneg ESDM Purnomo Yusgiantoro, dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Hemat Energi oleh seluruh peserta. Menurut Menneg ESDM Purnomo, Apel Nasional Penghematan Energi dan Air diharapkan dapat memberikan dampak positif dan mampu mengubah perilaku masyarakat agar mulai saat ini melakukan penghematan dalam pemakaian energi dan air. Karena energi dan air adalah titipan Tuhan YME yang jumlahnya terbatas, untuk dapat diwariskan dan dilestarikan kepada anak-cucu kita di masa mendatang.
Presiden SBY dalam sambutannya mengajak seluruh rakyat Indonesia, terutama pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan penghematan penggunaan BBM dan air secara sungguh-sungguh. "Khusus jajaran pemerintah, saya instruksikan untuk penghematan BBM dan air dengan penurunan penggunaan sebesar 30 persen," tegas SBY.
Meskipun ada yang sinis ataupun pesimis, namun Presiden tetap optimis bahwa seluruh masyarakat Indonesia mampu mengurangi penggunaan BBM dan air. "Kita bisa, dan mungkin kita lakukan," kata SBY. Dicontohkan, lingkungan Sekretariat Negara mampu menghemat penggunaan listrik dan air sebesar 31,7 persen pada bulan Mei, Juni dan Juli. "Saya yakin yang lain juga bisa dan harus bisa," kata presiden kepada seluruh peserta.
Menurut SBY, apabila seluruh penduduk Indonesia mampu menghemat penggunaan energi dan air sebesar 20-30 persen, dengan harga minyak sekarang sebesar 120 Dolar AS per barrel, maka subsidi APBN Indonesia bisa berkurang sebesar Rp. 45 - 70 trilyun. "Jumlah yang sangat besar, andaikata pada gerakan awal ini kita hanya mammpu capai separuhnya, tetap saja kita bisa hemat lebih dari Rp. 20 trilyun," jelasnya.
Usai memberikan sambutan, Presiden SBY menekan tombol dimulainya Gerakan Hemat Energi dan Air yang diiringi dengan pelepasan balon dan burung merpati. Setelah itu, Presiden SBY didampingi Ibu Negara dan seluruh rombongan, meninjau pameran hemat energi, di mana dipamerkan berbagai macam alat untuk memproduksi energi baru, misalnya listrik tenaga surya dan listrik hybrid. Setelah meninjau pameran, Presiden SBY melepas gerak jalan bersama yang diikuti oleh seluruh peserta.
Selain seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Apel Nasional ini juga dihadiri oleh Gugus Tugas Departemen/Lembaga, Pengawas Energi Tk. I / Tk. II, Gugus Tugas Perkantoran Swasta/Pusat Belanja/PHRI, PT EMI, PT PLN, PT Pertamina, PT Antam, PT Timah, PT Bukit Asam, PT PGN, BUMN Lainnya, KKKS, Masyarakat (LSM, Bike to Work, dll), serta perwakilan PEMDA.
Apel Nasional ini merupakan bukti seriusnya pemerintah memikirkan kelangkaan energi dan ketersediaan air untuk generasi mendatang. (mit)



