Berita Utama

Presiden Hadiri Malam Penghargaan Ahmad Bakrie

Presiden SBY dan Ibu Ani menghadiri malam Penghargaan Ahmad Bakrie (PAB) 2008 di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (14/8) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani menghadiri malam Penghargaan Ahmad Bakrie (PAB) 2008 di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (14/8) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Ani, menghadiri malam Penghargaan Ahmad Bakrie (PAB) 2008 di Hotel Nikko, jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/8) malam. PAB dilaksanakan sejak 2003 oleh Freedom Institute yang diketuai Rizal Mallarangeng. Selama lima tahun, PAB telah diberikan kepada 20 tokoh pemikir, penyair, budayawan, dokter, teknolog, rohaniawan, fisikawan, dan astronom.

Dalam sambutannya, Presiden SBY menyampaikan penghargaan kepada Freedom Institute dan Keluarga Besar Ahmad Bakrie atas prakarsa PAB. "Ini adalah wujud nyata dari budaya apresiasi yang belum mekar di negeri ini. Tentu dengan kepeloporan seperti ini kita bisa membangun peradaban yang makin baik di negeri ini," kata Presiden.

Presiden menyampaikan tiga catatan. Pertama, Indonesia harus menjadi bangsa yang unggul dan mencapai prestasi yang tinggi. Kedua, memiliki mental harus bisa. Ketiga, pentingya budaya apresiasi. "Kita ini rada pelit untuk berterimah kasih, mengakui kelebihan orang lain, apalagi memberikan apresiasi dan penghargaan. Marilah kita menjadi bangsa yang berjiwa besar, yang berakhlak mulia, pandai berterimah kasih, memberikan penghargaan secara tulus, karena itulah nilai-nilai dari peradaban yang baik," ujar Presiden SBY

Kepada para pemenang, Presiden menyatakan bahwa karya dan prestasi mereka sudah menjadi bagian dari sejarah. Presiden berharap ini bisa menyemangati dan menginspirasi putera -puteri terbaik bangsa untuk juga berprestasi pada bidang-bidang lainnya.

Penerima PAB 2008 ini terdiri dari 4 indvidu dan 1 lembaga. Mereka adalah penyair Sutardji Calzoum Bachri untuk kategori kesusasteraan, sejarahwan Taufik Abdullah untuk pemikiran sosial, Mulyanto (bidang kedokteran), dan LT Handoko (sains), serta Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan untuk Teknologi. Selain itu, Freedom Institute juga memberikan penghargaan kepada Ahmad Wahid, intelektual muslim yang meninggal muda, dan kepada mahasiswa yang berhasil memenangkan lomba menulis.

Dalam sambutannya Aburizal Bakrie sebagai penggagas PAB mengatakan, PAB diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 14 Agustus. Tujuannya agar acara ini turut mengisi perayaan kemerdekaan negeri tercinta. "Kemerdekaan adalah sebuah rahmat. Dan dengan malam penghargaan ini kami ingin memberi inspirasi, terutama kepada generasi muda kita, bahwa pengabdian pada dunia ilmu, teknologi, kesusasteraan, kedokteran, dan pemikiran sosial adalah kunci kemajuan yang tak pernah boleh kita lupakan," ujar Aburizal yang saat ini menjbat Menko Kesra.

Para peraih PAB dinilai telah menghasilkan karya dan mengabdikan hidup dan kehidupan mereka dalam pengembangan bidang-bidang ilmu yang penting dan berguna bagi masyarakat banyak. Nama Ahmad Bakrie diambil dari ayahanda Aburizal.

Tampak hadir pada acara ini, antara lain, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Menkominfo Muh. Nuh, Seskab Sudi Silalahi, Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Menkominfo Muh. Nuh, Seskab Sudi Silalahi, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. Tampak pula Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Duta Besar negara-negara sahabat. (win)