Berita Utama

Presiden Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR-RI

Presiden SBY disambut pimpinan DPR untuk menyampaikan Pidato Kenegaraan serta Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2009, beserta Nota Keuangannya, Jumat (15/8) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY disambut pimpinan DPR untuk menyampaikan Pidato Kenegaraan serta Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2009, beserta Nota Keuangannya, Jumat (15/8) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Muh. Jusuf Kalla, Jumat (15/8) pagi menyampaikan pidato kenegaraan serta memberikan keterangan pemerintah atas rancangan UU tentang APBN Tahun Anggaran 2009, beserta nota keuangan di depan Rapat Paripurna DPR RI, di gedung DPR/MPR, Jakarta. Sidang dipimpin Ketua DPR -RI Agung Laksono didampingi Wakil ketua DPR Soetrardjo Soerjogoeritno dan Muhaimin Iskandar

Pada awal pidatonya Presiden SBY mengatakan, dalam 10 tahun terakhir sejak bergulirnya reformasi, bangsa Indonesia telah menjalani salahsatu era yang paling transformasional dalam sejarah Indonesia modern. "Hanya segilintir bangsa-bangsa di dunia yang menghadapi badai dan gejolak bertubi-tubi sebagaimana yang kita alami. Dan hanya segelintir kecil bangsa-bangsa yang mampu bertahan, bahkan bangkit menjadi tegar akibat dari cobaan-cobaan sejarah tersebut," ujar Presiden SBY

"Dari kondisi terpuruk 10 tahun lalu, Indonesia kini telah berubah pesat menjadi bangsa yang dinamis dan penuh harapan. Kita sudah pulih dari krisis moneter yang dulu melumpuhkan Indonesia. Kita telah melaksanakan reformasi yang menyeluruh di berbagai sektor dan menjalani transisi demokrasi yang penuh tantangan, yang kini menjadikan Indonesia negara demokrasi ketiga terbesar di dunia," kata Presiden SBY. Dikatakan Presiden berbagai keberhasilan yang telah dicapai saat ini, bukanlah prestasi individu atau kelompok, tapi prestasi seluruh bangsa Indonesia.

Sebelumnya Ketua DPR Agung usai membuka sidang, langsung menyampaikan pidato pembukaan masa persidangan I tahun 2008-2009, antara lain dengan mengatakan bahwa dewan menyetujui program pemerintah dalam upaya mensejahterahkan rakyat dan pengembangan UMKM dengan pinjaman tanpa agunan. "Kita akan membantu mengawasi dana KUR yang dikucurkan ke masyarakat agar tidak terjadi penyimpangan, " ujar Agung laksono.

Selain itu, Agung meminta kepada masyarakat agar tidak menghakimi seluruh anggota dewan akibat beberapa anggota yang terlibat kasus hukum." Adanya anggota Dewan yang terlibat kasus hukum bukan berarti seluruh anggota dewan terlibat," kata Agung.

Pada sidang yang dinyatakan terbuka untuk umum ini hadir pula beberapa kelompok teladan dari seluruh Indonesia, antara lain kepala sekolah, guru berprestasi,pengawas sekolah, mahasiswa, pelajar berprestasi, lurah, kepala desa, ketua LKMD, LPM teladan, ketua tim penggerak PKK teladan, transmigrasi dan pembina UPT teladan, tenaga kesehatan teladan, serta kelompok berprestasi lainnya dari seluruh Indonesia. Hadir pula 32 tokoh dunia dari 27 Negara yang merupakan Presidential Friends of Indonesia , yang diundang oleh Pemerintah untuk menghadiri HUT 63 Proklamasi kemerdekaan RI sekaligus melihat langsung kondisi pembangunan di Indonesia.(win)