Berita Utama

SBY Terima Nada dan Maggie

Presiden SBY dan Ibu Ani foto bersama Nada dan Maggie, di Wisma Negara, Sabtu (16/8) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani foto bersama Nada dan Maggie, di Wisma Negara, Sabtu (16/8) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani hari Sabtu (16/8) sore di Wisma Negara menerima dua gadis cilik , Nada Luthfiyah (12 tahun) asal Aceh dan Maggie Hamilton (13 tahun) dari Amerika Serikat. Kedatangan kedua gadis itu untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan gelang persahabatan kepada SBY dan Ibu Ani.

Pada pertemuan itu, Presiden SBY menyampaikan rasa syukurnya karena dapat bertemu bertepatan bertepatan HUT ke 63 Kemerdekaan RI. ” Ini peristiwa yang bersejarah dan penuh kenangan, karena telah bertemu Maggie dan Nada, di mana kurang lebih tiga tahun yang lalu saling berkirim surat menyusul tragedi tsunami di Aceh yang membawa duka nestapa bagi bangsa Indonesia,” kata Presiden SBY.

Pertemuan ini , lanjut Presiden, juga mengharukan dua anak itu, satu putri Indonesia dan satunya putri dari Amerika yang hatinya saling tersentuh, yang kemudian berkomunikasi dengan penuh ketulusan. ”Maggie mengutarakan perasaannya melihat saudara-saudaranya di Indonesia mengalami musibah, kehilangan sanak saudara mereka karena tsunami. Nada Kemudian menerima surat dari Maggie, kemudian Nada membalas surat dengan bahasa yang penuh dengan ketulusan dan mengharukan,” ujar SBY. Kedua surat anak itu, saya bacakan pada acara The Asia Pacifik American Heritage Event, tanggal 25 Mei tahun 2005 di Gedung Putih, di hadapan Presiden AS George Bush dan tokoh-tokoh Asia yang kebetulan pada berkumpul,” kata SBY.

"Waktu itu, terus terang yang mendengar surat Maggie maupun surat Nada bersedih. Dan sungguh mengharukan percakapan hubungan kedua gadis itu, yang Allhamdulillah dipertemukan pada Agustus ini di Jakarta. Saya senang bertemu Nada kembali, setelah bertemu sebelumnya pada peringatan tsunami Aceh yang pertama di Banda Aceh. Saya senang Maggie datang ke Indonesia beserta kedua orang tuanya, yang tentu membawa kesan tersendiri,” kata SBY.

Maggie sendiri menyampaikan rasa senangnya berada di Indonesia, dan bertemu sahabat penanya setelah 3 tahun berlalu. ”Saya senang sekali di sini. Saya berharap bisa kembali datang ke Indonesia dan bertemu teman-teman yang lain, dan berharap Nada bisa juga datang ke Amerika Serikat. Saya senang sekali bertemu Nada untuk pertama kalinya, setelah 3 tahun menulis surat ke Nada,” ujar Maggie.

Sementara Nada menyampaikan terimah kasihnya kepada Presiden SBY dan Ibu Ani yang telah menfasilitasi pertemuannya dengan Maggie.” Saya sangat senang bertemu Maggie, ” ujar Nada. Nada juga menceritakan kondisi Aceh setelah pasca tsunami ”Saat ini semua rumah sudah dibangun Aceh, sekolah juga sudah dibangun yang rusak akibat gempa dan Aceh,” kata Nada

Di akhir pertemuan, Nada dan Maggie memakaikan gelang benang warna-warni simbol persahabatan kepada Presiden SBY dan Ibu Ani. Tak lupa Nada juga menyerahkan oleh-oleh kepada SBY berupa kopi aceh. Nada membuat lukisan kecil, dan SBY menyerahkan tas ransel berisi buku-buku.

Saat bertemu Presiden SBY, Maggie ditemani kedua orang tuanya. Sedang Nada didampingi pamannya, Marzuki Sulaeman dan kakaknya, Munarman, satu-satunya saudara kandung yang masih ada. Tampak hadir mendampingi Presiden SBY, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa Menlu Hassan Wirajuda, Mendiknas Bambang Soedibyo, Mensos Bachtiar Chamsyah, Seskab Sudi Silalahi, Meneg PP Meutiah Hatta, dan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal. (win)