Berita Utama
Selasa, 19 Agustus 2008, 12:00:39 WIB
Foreign Policy Breakfast di Deplu
Presiden SBY dan Ibu Negara saat menghadiri Foreign Policy Breakfast, di Gedung Pancasila, Deplu Jl. Pejambon, Jakarta, Selasa (19/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Foreign Policy Breakfast adalah sarana diskusi kebijakan luar negeri dengan tokoh-tokoh masyarakat, dalam suasana pagi hari yang segar dan tidak formal. Selain untuk mengkomunikasikan arah dan kebijakan luar negeri, diskusi yang bebas, terbuka dan konstruktif ini bertujuan untuk mendapatkan masukan. Turut hadir pula, seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, sejumlah pejabat tinggi negara serta tokoh nasional dari berbagai komponen bangsa, termasuk dua mantan menlu, Ali Alatas dan Alwi Shihab.
Dijelaskan oleh Menlu Hassan Wirajuda, bahwa saat ini Departemen Luar Negeri telah berhasil dalam melakukan internal reform. "Tertib waktu, tertib administrasi, tertib administrasi keuangan, tertib fisik," kata Menlu. Selain itu, Deplu juga telah melaksanakan berbagai reformasi di bidang perekrutan dengan penyeleksian ketat, sehingga para profesional lah yang diterima. Reformasi-reformasi internal ini dilaksanakan Deplu untuk memberikan pelayanan yang berkualitas untuk warga negara Indonesia.
Kepada seluruh anggota Deplu, Presiden SBY berpesan agar selalu memilih pilihan yang rasional apabila diharuskan untuk memilih. "Kita harus memilih rational choices. Kita akan merugi apabila kita memilih emotional response. Yang kita pilih, haruslah pilihan yang rasional, realistis, sesuai dengan kapasitas yang mampu kita wujudkan. Dalam memutuskan sebuah keputusan, kita harus tetap tenang. Cool and clear headed. Harus kita kalkulasikan supaya tidak miscalculated dengan pikiran jernih, objektif dan rasional," jelas Presiden. Ini adalah pendekatan yang benar, lanjutnya.
Usai memberikan sambutan, Presiden SBY meresmikan lukisan wajah pendiri bangsa, yaitu 66 anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Ke 66 anggota tersebut adalah para pahlawan bangsa yang ambil bagian dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, Presiden beserta seluruh rombongan santap siang bersama. (mit)



