Berita Utama

Pawai Budaya Nusantara 2008

Puluhan Kera Putih Menyerbu Istana

Atraksi Kethek Ogleng dari Jateng  dalam Pawai Budaya Nusantara 2008 di halaman depan Istana Merdeka, Selasa (19/8) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Atraksi Kethek Ogleng dari Jateng dalam Pawai Budaya Nusantara 2008 di halaman depan Istana Merdeka, Selasa (19/8) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jakarta: Puluhan kera putih berteriak dan berlari-lari dengan gerakan lincah, lucu, gesit dan atraktif. Kemudian dengan gerakan yang kompak, kera-kera putih itu menari mengikuti irama musik dipimpin Raja Kera Putih raksasa. Penontonpun bertepuk tangan. Ini adalah pertunjukan Kethek Ogleng dari Provinsi Jawa Tengah yang dibawakan lebih kurang 90 orang seniman anak-anak dan dewasa pada acara Pawai Budaya Nusantara 2008 di halaman depan Istana Merdeka, Selasa (19/8) siang. Wakil dari 33 provinsi dari seluruh Indonesia secara bergiliran menunjukkan tarian, musik, busana, dan budaya khas mereka masing-masing.

Sebelumnya, dengan memukul alat musik Saroon Banjar dari Kalimantan Selatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Pawai Budaya Nusantara 2008 didampingi Wapres Jusuf Kalla, Menbudpar Jero Wacik dan Mensesneg Hatta Rajasa. Pawai Budaya Nusantara 2008 ini merupakan rangkaian peringatan HUT Ke 63 Kemerdekaan RI.

Sekjen Depbudpar Wardiyatmo melaporkan tema pawai Budaya Nusantara yang sudah digelar untuk keempat kalinya ini memiliki tema Sata Warsa Ambuka Budaya. "Maknanya adalah seratus tahun membuka kebudayaan," kata Wardiyatmo. "Pawai Budaya ini didukung 3.573 seniman dari seluruh Indonesia," lanjutnya.

Pawai dikawal dan dibuka pasukan berkuda Polri dan drum band Taruna Akademi TNI. Tidak hanya Kethek Ogleng saja yang menyita perhatian ribuan masyarakat yang memadati halaman depan istana. Puluhan ondel-ondel yang didukung kesenian tanjidor, genderang Reog Kendang dari Provinsi Jawa Timur dan Gandrang Bulo yang dimainkan anak-anak dari Sulawesi Selatan juga menyedot perhatian.

Pawai berdurasi lebih kurang 3 jam ini ditutup Jember Fashion Carnaval Marching dan Jimbe yang berpakaian kreatif etnik futuristik, dengan gerak tari kreasi berbasis tradisional. Setelah menampilkan atraksinya selama lebih kurang 3 menit di panggung kehormatan Istana Merdeka, peserta pawai melanjutkan pawai di sepanjang Jl. Medan Merdeka Barat menuju ke arah Patung Arjuna Wijaya. Dari depan patung membelok ke kiri dan berakhir di silang Monas.

Di akhir acara, Presiden SBY menyerahkan Piala Presiden RI kepada para pemenang pawai yang telah dinilai lima tim dewan juri. Keluar sebagai Juara I adalah Provinsi Sulawesi Barat yang menampilkan kesenian Saiyang Pattu'Duq atau kuda pandai menari, Juara II diraih Provinsi Riau dengan tarian yang menggambarkan perjuangan Sultan Syarif Qasim II, dan Juara III direbut Provinsi Bali dengan pertunjukan Prakampitaning Pretiwi Mandala. Sementara untuk Juara Harapan I, II, dan III masing-masing diraih Provinsi Jawa Timur, Jambi, dan Jawa Barat.

Hadir melihat Pawai Budaya Nusantara antara lain, Ibu Ani Bambang Yudhoyono, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menko Polhukkam Widodo A.S., Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri Mardiyanto, Mendag Mari E. Pangestu, dan Menkominfo M. Nuh. (osa)