Berita Utama

SBY: Program Buku Murah Menguntungkan Kita Semua

Presiden SBY menyampaikan sambutan  pada acara pembukaan IOAA Ke-2 di Istana Neraga, Rabu (20/8) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara pembukaan IOAA Ke-2 di Istana Neraga, Rabu (20/8) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Program buku murah dan bermutu akan menambah deretan upaya pemerintah untuk membuat pendidikan lebih berkwalitas, lebih mudah, murah dan terjangkau. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan IOAA (Internasional Olympiade on Astronomy and Astrophysics) Ke - 2, sekaligus peluncuran Buku Teks Pelajaran Murah, Rabu (20/8) pagi, di Istana Negara.

“Kebijakan buku murah ini tentu menguntungkan kita semua. Saya kira tidak ada yang dirugikan, apalagi kalau mengetahui ini suatu program yang mulia karena berkaitan dengan masa depan bangsa. Menguntungkan peserta didik karena bisa membeli, menguntungkan penyusun buku karena dapat biaya dari hak cipta, menguntungkan penerbit dan pengecer karena punya ruang juga untuk menjalankan bisnis ini. Dan menguntungkan sekolah karena banyak buku yang tersedia. Jadi tentunya tidak ada lagi yang merasa dirugikan oleh kebijakan ini. Dengan hak cipta yang dibeli, dijamin ini bukan pembajakan. Ini bukan tindakan yang ilegal, ini tindakan yang legal dan sah, dan mari kita sukseskan,” ujar Presiden SBY.

"Kepada para guru ini kesempatan yang baik, dengan makin banyaknya buku yang bisa diakses oleh pelajar dan mahasiswa kita. Mari kita bangun dan perkuat budaya membaca. Rangsang keingintahuan siswa, kembangkan kreatifitas dan daya imajinasi dan daya inovasi siswa .Hindari budaya menghapal. Budaya menghapal itu mudah luntur karena tidak diingat dalam waktu yang lama,” kata Presiden SBY.

"Menyangkut kebijakan nasional di bidang pendidikan, pemerintah pusat maupun daerah menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Pemerintah sangat serius meningkatkan mutu pendidkan. Saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa, pemerintah pusat, gubernur, bupati, walikota, lembaga pendidikan, swasta, para pendidik, orang tua dan masyarakat luas untuk bersinergi dan bersama-sama untuk menyukseskan pendidikan ini," kata Presiden SBY. (win)