Berita Utama

Pidato Presiden di Sidang DPD-RI

Dua Kemungkinan Ketika SBY Berkeringat...

Pimpinan DPD-RI memberi aplaus usai Presiden SBY pidato di depan Sidang Paripurna Khusus DPD-RI, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jumat (22/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Pimpinan DPD-RI memberi aplaus usai Presiden SBY pidato di depan Sidang Paripurna Khusus DPD-RI, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jumat (22/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Bisa dibayangkan bagaimana lelahnya membaca teks pidato berpuluh-puluh halaman di hadapan anggota DPD-RI. Ditambah lagi dengan materi yang berat, dan suasana serius anggota dewan. Tapi ternyata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempunyai trik tersendiri untuk melepas lelah dan mencairkan suasana.

Di tengah-tengah pidatonya, sambil memita maaf, Presiden SBY mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan menyeka keringat yang membasahi dahinya. ”Mohon maaf, kalau berkeringat seperti ini pasti ada dua kemungkinan,” kata Presiden SBY sambil menengok kearah Ketua DPD RI. ”Pertama, mungkin karena penghematan energi. Maka AC dikurangi. Sama seperti di Istana, panas,” ujar SBY disambut gelak tawa anggota dewan. ”Kedua, berkeringat karena kita semua di sini sangat bersemangat,” lanjutnya. Tepuk tangan kemudian membahana di Ruang Nusantara Gedung MPR/DPR/DPD RI.

Begitulah cara SBY mencairkan suasana yang tadinya serius. Tidak mengherankan kalau Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita menyebut SBY sebagai pribadi yang serius tapi santai. Ginandjar juga memuji SBY yang selalu merespon isu-isu yang dilontarkan DPD dengan cepat. “Tahun yang lalu, Presiden langsung mencatat dan langsung merespon isu DPD dengan 10 butir jawabannya. Hari ini saudara Presiden langsung merespon dengan 9 butir jawabannya,” puji Ginandjar.

“Seorang Presiden langsung mencatat, mendengarkan dan menjawab isu-isu yang dilontarkan. Biasanya banyak pemimpin yang menyuruh stafnya untuk mencatat. Saya mengucapkan apresiasi dan terimakasih yang setinggi-tingginya atas respon Presiden tersebut, sehingga anggota dewan sudah langsung mendapatkan jawaban-jawaban yang pokok,” lanjutnya.

Karena suasana serius sudah berubah menjadi lebih santai, maka Ginandjar pun turut mengucapkan selamat kepada SBY dan Ibu Ani atas bertambahnya anggota keluarga yang baru, Almira Tunggadewi Yudhoyono. (osa)