Berita Utama

SBY Mencoblos dalam Pilkada Kabupaten Bogor

Presiden SBY  dan Ibu Ani hari Minggu (24/8) pagi, memberikan hak suaranya pada pemilihan Bupati Bogor, di TPS  3 Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Bogor.(foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani hari Minggu (24/8) pagi, memberikan hak suaranya pada pemilihan Bupati Bogor, di TPS 3 Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Bogor.(foto: abror/presidensby.info)
Cikeas: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono, beserta keluarga, Minggu (24/8) pagi, memberikan hak suaranya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor, Jawa Barat. SBY mencobos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Sekolah Alam Cikeas yang berada di dekat kediaman pribadi SBY di perumahan Puri Cikeas, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Pilkada langsung yang pertama di Kab. Bogor ini terdaftar 2. 870.100 pemilih dari sekitar 4,2 juta orang yang memiliki hak pilih.

Presiden SBY berharap dan mengajak seluruh warga negara Indonesia menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. "Kita harus terus berpartisipasi dalam pemilihan seperti ini, apakah memilih kepala desa, Bupati, Walikota, Gubernur, anggota DPR, DPD, DPRD maupun memilih Presiden dan Wakil Presiden," ujar Presiden SBY, usai mencoblos. "Apabila bila kita menggunakan hak pilih dan berpartisipasi dengan baik di berbagai pemilihan maka tentu suara rakyat, aspirasi rakyat, dapat diberikan kepada yang dipilih. Insya Allah hasilnya akan lebih nyata dan jelas," Presiden menambahkan.

Mencoblos adalah hak. Tetapi dalam kapasitas saya sebagai Kepala Negara, Presiden mengajak seluruh rakyat telah memenuhi syarat untuk menggunakan hak pilih sebaik-baiknya Kepada pemenang pilkada Kabupaten Bogor, Presiden SBY berpesan agar melaksanakan amanah rakyat yang tidak ringan namun mulia ini sebaik-baiknya. "Yang menang tentu bersyukur dan jalankan tugas dan kewajibannya untuk memajukan Kabupaten Bogor ini," kata Presiden.

Sementara yang tidak menang, Presiden meminta untuk menerima dengan ikhlas. "Dan ingat, selalu ada masa depan untuk melakukan kompetisi serupa ataupun berjuang di medan pengabdian yang lain. Apabila budaya kalah dan menang dapat dibangun dengan baik, maka pemilihan apapun, mulai dari pemilihan kepala desa hingga Presiden dan Wakil Presiden, maka pemilu itu bisa kita laksanakan dengan demokratis, damai, tertib dan aman," ujar Presiden SBY.

Setelah terpilih, tentu rakyat menunggu. "Ini etika. Ini amanah, karena yang dipilh ini tentu akan menjanlakan tugas sebagai Bupati Bogor, adil kepada semua, mengayomi semua, termasuk katakanlah yang dulu tidak memilih yang bersangkutan. Tapi sekali mendapatkan amanah semua harus diayomi, dilindungi, diberikan kasih sayang," Presiden SBY mengingatkan.

Pilkada Kabupaten Bogor diikuti lima pasang kandidat. Mereka adalah nomor urut 1 Djuher/Muh. Rusdi yang diusung Partai Demokrat, PKPB, PNUI, PKPI, PPDI, PKB. Nomor urut 2 pasangan Maman Daning/Muhammad Nurdin dari calon perseorangan. Nomor urut 3 Soemandjaja Rukmandis/Ace Supeli diusung PKS. Sementara dari Partai Golkar nomor urut 4, Fitri Putra Nugraha/ Endang Kosasih. Nomor urut 5, Rachmat Yasin/Karyawan Fathurrachman, diusung PPP, PDIP, Pelopor, PNBK, Patriot Pancasila, dan PSI. Jumlah pemilih pada TPS 03, RT 01/02 sebanyak 324 orang terdiri dari 177 pria dan perempuan 147. Saat mencoblos, Presiden SBY tampak bersama putranya, Edhie Baskoro, dan Ibunda SBY Siti Habibah. (win)