Berita Utama
Senin, 25 Agustus 2008, 13:30:48 WIB
SBY Dukung Kesepakatan Doha Round
Jakarta: Dalam tiga hari terakhir ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melakukan lobi pada tingkat tertinggi sehubungan dengan kegagalan Doha Round untuk mencapai kesepakatan. Demikian dikatakan Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal, dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Senin (25/8) siang.”Presiden SBY sangat peduli mengenai hal ini, karena kalau perundingan Doha Round gagal maka dampaknya pada ekonomi dunia, bagi negara berkembang dan juga bagi Indonesia, akan buruk,” kata Dino. ”Pada hari Kamis, Presiden SBY telah menelepon Presiden Brazil Lula da Silva. Hari Jumat, Presiden SBY menulis surat kepada Presiden China, Hu Jintao. Surat itu dibawa Wapres Jusuf Kalla, yang setelah pidato Presiden SBY di DPD langsung berangkat ke Beijing. Surat tersebut sudah disampaikan Wapres Jusuf Kalla kepada Presiden Hu Jin Tao,” jelas Dino.
Hari Sabtu, dari kediaman pribadinya di Cikeas, Presiden SBY menelepon Perdana Menteri India Manmohan Singh. “Dalam ketiga komunikasi tersebut, Presiden SBY menekankan keprihatinan terhadap perkembangan terakhir di Doha Round, dan beliau menghimbau agar jangan menyerah. Para pemimpin harus mendorong agar perundingan dapat dimulai kembali, dan Presiden SBY mengharapkan ini dapat dilakukan bulan September. Presiden menghimbau agar perundingan ini dapat dilakukan bulan September,” Dino menegaskan.
“Indonesia dalam kapasitasnya sebagai koordinator Kelompok 33 dan juga sebagai anggota G 20 akan terus berupaya bekerjasama dengan negara-negara lainnya, baik negara berkembang maupun negara maju untuk mencapai suatu hasil yang sukses dan berimbang,” ujar Dino. ”Dalam pembicaraan Presiden SBY dengan ketiga pemimpin tersebut, mereka sepakat akan menugaskan menteri mereka untuk melakukan koordinasi diplomatik dan mengupayakan agar perundingan ini dapat dimulai kembali,” tambahnya.
Presiden SBY sudah menugaskan Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu yang juga berangkat ke Beijing dengan Wapres untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Chen Deming. ”Umumnya mereka sepakat bahwa Doha Round ini harus sukses demi kepentingan negara berkembang. Presiden juga menyatakan bahwa kita harus berupaya sekuat mungkin agar kompromi ini dapat dicapai. Memang harus ada upaya untuk menjembatani posisi-posisi yang masih berbeda. Sebagian besar, 90 persen dari agenda Doha Round ini sudah ada kesepakatan, tinggal 10 persen yang umumnya berhubungan dengan Special Safeguard Mechanism,” terang Dino.
Presiden SBY mengingatkan semua pihak untuk tidak putus asa. ”Kesempatan untuk mencapai konsensus masih ada dan harus ada kemauan politik yang kuat untuk mencapai kompromi. Mengapa September, karena kita semua tahu bahwa di Amerika Serikat ada pemilihan presiden. Lebih baik Doha Round ini dicapai sebelum political cycle di Amerika Serikat itu menjadi beku. Sekarang ini masih ada kesempatan dan Presiden percaya bahwa kita harus memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin,” tandas Dino. (osa)



