Berita Utama

Di Donggala, Sulteng

Presiden Buka Muktamar Ke IX Alkhairaat

Presiden SBY dan Ibu Negara di Pondok Pesantren Alkhairaat,  Kabupaten Donggala, Sulteng, hari  Selasa (26/8) pagi, disambut Ketua Utama Alkhairaat H.S. Saggaf Aljufri dan para santri. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Negara di Pondok Pesantren Alkhairaat, Kabupaten Donggala, Sulteng, hari Selasa (26/8) pagi, disambut Ketua Utama Alkhairaat H.S. Saggaf Aljufri dan para santri. (foto: abror/presidensby.info)
Palu: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pembukaan Muktamar Besar Ke IX Alkhairaat Tahun 2008, di Pondok Pesantren Alkhairaat, Kampus Madinatul Ilmi, Kecamatan Dolo, Kabupaten Donggala, Selasa (26/8) siang. Peresmian ditandai dengan pemukulan bedug oleh Presiden, didampingi Menteri Agama Maftuh Basyuni, Gubernur Sulteng H.B. Paliudju, dan Ketua Utama Alkhairaat H.S. Saggaf Aljufri.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan Abdurahman Daud. Ketua Utama Alhkairaat H.S. Saggaf Aljufri melaporkan bahwa Alkhairaat yang telah berumur 78 tahun adalah organisasi tertua dan terbesar di kawasan Indonesia Timur. "Kami memfokuskan diri mengeluti tiga bidang utama yakni pendidikan, dakwah dan usaha sosial," kata H.S. Saggaf.

"Alkhairaat di bidang pendidikan menggarap pendidikan agama dan pendidikan umum dari jenjang taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, termasuk fakultas kedokteran Universitas Alkhairaat. Jumlah madrasah dan sekolah yang dibina Alkhairaat sebanyak 2.037 sekolah, tersebar di 14 provinsi antara lain Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan DKI Jakarta," tambah H.S. Saggaf.

Dalam sambutannya, Presiden atas nama negara, pemerintah dan selaku pribadi mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Alkhairaat yang telah 78 tahun berkontribusi memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia. "Perjuangan dan pengabdian ini tercatat abadi dalam sejarah bangsa kita," tegas Presiden SBY.

"Saya mengucapkan selamat bermuktamar besar, dan semoga muktamar besar ini menghasilkan sesuatu yang membawa kebaikan baik bagi Alkhairaat maupun bagi umat," ujar SBY. "Lembaga ini telah tumbuh berkembang menjadi lembaga yang kuat dan besar. Oleh karena itu mengingat peran dan sumbangan yang luar biasa dari Alkhairaat, saya instruksikan kepada para menteri terkait dan gubernur di mana Alkhairaat berada, untuk menjadikan Alkhairaat sebagai partner dalam menjalankan pembangunan utamanya di bidang pendidikan, dakwah, dan usaha sosial," SBY menegaskan.

Acara ditutup dengan persembahan tari Jepeng Kreasi yang dibawakan 22 santriwan Pondok Pesantren Nadinatul Ilmi, Dolo. Peresmian pembukaan Muktamar Besar ini dihadiri kurang lebih 1.000 undangan, 2.000 peserta, dan 400 santriwan dan santriwati serta 5.000 warga masyarakat sekitar pondok pesantren.

Hadir pula Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsyah, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo M. Nuh serta Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng. Usai acara, rombongan Presiden SBY dan Ibu Ani langsung menuju Guest House Siranindi II untuk santap siang bersama. (osa)