Berita Utama
Selasa, 26 Agustus 2008, 12:30:08 WIB
Presiden:
Manusia Maju Adalah Yang Beriman, Berakhlak dan Berilmu
Presiden SBY dan Ibu Negara di Pondok Pesantren Alkhairaat, Kabupaten Donggala, Sulteng, hari Selasa (26/8) pagi, disambut Ketua Utama Alkhairaat H.S. Saggaf Aljufri dan para santri. (foto: abror/presidensby.info)
"Manusia yang maju adalah manusia yang beriman, berakhlak dan manusia berilmu atau mereka-mereka yang rasional. Lembaga-lembaga pendidikan Alkhairaat yang jumlahnya sangat besar, dari yang paling dini sampai ke tingkat universitas, diharapkan benar-benar dapat mencapai tujuan dan sasaran pendidikan dengan dimensi-dimensi pendidikan tersebut. Manusia paripurna, manusia yang lengkap segala untuk menjalankan kehidupan yang positif," tambahnya.
Presiden SBY memberikan contoh bagaimana melihat bencana alam dari sisi keimanan dan keilmuan. "Saya mengajak semua bangsa Indonesia untuk melihat suatu peristiwa alam dari sisi keilmuan dan keimanan," seru SBY. "Berbicara mengenai anggaran pendidikan, Alhamdulilah tahun depan kita memenuhi amanah konstitusi mencapai 20 persen anggaran pendidikan. Biaya pendidikan yang 20 persen itu tentu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya adalah pendidikan makin bermutu, pendidikan mudah dijangkau semua kalangan dan murah," kata SBY.
Untuk memastikan anggaran tersebut betul-betul digunakan dengan baik, Presiden SBY sudah mengeluarkan instruksi agar semua anggaran pendidikan yang jumlahnya sangat besar, tepat guna dan tepat sasaran. "Dikelola dengan baik, jangan sampai menguap atau bocor ke kantong orang-orang tertentu. Disinergikan antara anggaran pusat, anggaran provinsi, anggaran kabupaten dan kota," tegasnya.
"Saya berharap pemerintah provinsi, kabupaten dan kota juga memenuhi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dalam APBDnya masing-masing," kata Presiden SBY. (osa)



