Berita Utama

Sidang Kabinet Bahas Lima Agenda

Presiden SBY didampingi Wapres JK, hari Kamis (28/8) pagi memimpin sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu, di Kantor Kepresidenan. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Wapres JK, hari Kamis (28/8) pagi memimpin sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu, di Kantor Kepresidenan. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Lima agenda beserta sejumlah isu khusus, dibahas di dalam Sidang Paripurna Kabinet Indonesia Bersatu, yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wapres Jusuf Kalla, di Kantor Presiden, Kamis (28/8) pagi. Saat membuka sidang, Presiden memberi pengarahan antara lain dengan mengatakan sidang akan membahas isu dan kebijakan utama di bidang keamanan, terutama pemeliharaan stabilitas politik serta keamanan sebagai pra kondisi untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan pada tahun 2008 dan 2009 ini.

"Juga isu dan kebijakan utama bidang perekonomian yang menyangkut konstruksi RAPBN 2009 setelah anggaran pendidikan mencapai 20 persen, juga sinkronisasi dari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan pertambangan batu bara dan usaha untuk memenuhi kecukupan pangan dan energi," kata Presiden.

Agenda berikutnya adalah menyukseskan dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan di bidang kesejahteraan rakyat. Dijelaskan oleh SBY, yang diutamakan saat ini adalah penyuksesan implementasi program-program penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. "Termasuk usaha rakyat dan kebijakan penggunaan anggaran pendidikan 2009 yang sudah mencapai 20 persen," lanjutnya.

Agenda terakhir adalah membahas isu-isu khusus, antara lain menyangkut Hak Angket di DPR, renegosiasi kontrak penjualan gas Tanggung, membicarakan kelanjutan dari WTO, kebijakan kerja sama ekonomi dengan Timur Tengah, penyuksesan rekonstruksi Aceh Paska Tsunami, penyuksesan percepatan pembangunan di Papua, Papua Barat dan Sulawesi Tengah, serta membahas mengenai perkembangan dunia yang mencemaskan.

"Dari semua itu, akan kita dengar apa yang akan dilaporkan oleh menteri koordinator dan menteri terkait lainnya, dan setelah kita dengar, saya minta semuanya memberikan dukungan, kerja sama agar semuanya bisa berhasil dengan baik," kata Presiden SBY.

Usai pengarahan dari Presiden, dilanjutkan dengan presentasi dan laporan dari beberapa menteri terkait, diantaranya Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Menneg ESDM Purnomo Yusgiantoro, Mendiknas Bambang Soedibyo dan Menag Maftuh Basyuni. (mit)