Berita Utama

Presiden Ingatkan Kembali Misi Kabinet Indonesia Bersatu

Presiden SBY didampingi Wapres JK, hari Kamis (28/8) pagi memimpin sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu, di Kantor Kepresidenan. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Wapres JK, hari Kamis (28/8) pagi memimpin sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu, di Kantor Kepresidenan. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Sidang Paripurna Kabinet di Kantor Presiden hari Kamis (28/8) pagi menekankan kembali misi Kabinet Indonesia Bersatu yang akan memasuki tahun kelima dari masa baktinya. "Kendati sudah memasuki masa kampanye Pemilu legislatif, baik pemerintah pusat dan daerah harus lebih fokus terhadap program-program dan lebih giat dan responsif," kata Presiden.

"Misi dari Kabinet Indonesia Bersatu antara lain meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan-kebijakan ekonomi serta kebijakan-kebijakan lainnya melalui lingkungan dalam negeri yang stabil, tertib dan aman. Hampir pasti terjadi eskalasi suhu politik, hampir pasti terjadi ketegangan dalalm tahun pemilu ini, tapi misi ini harus dapat dijalankan dengan baik," jelas SBY.

"Misi yang kedua dari Kabinet Indonesia Bersatu adalah memelihara pertumbuhan perekonomian Indonesia. Alhamdulillah, semester pertama kita capai 6,4 persen. Kalau kita bisa pertahankan semester kedua, tentu ini prestasi yang luar biasa," kata SBY.

"Kabinet Indonesia Bersatu juga harus bekerja keras untuk menjaga kecukupan pangan termasuk distribusi pangan. Pemerintah akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk menjaga ketersediaan BBM serta selalu mencari solusi untuk mengatasi kekurangan listrik di tanah air," tambahnya.

"Pemerintah juga akan selalu memfokuskan diri terhadap pembangunan infrastruktur dan meneruskan pembangunan ekspor impor Indonesia. Tak hanya itu, misi dari pemerintah saat ini antara lain meneruskan peningkatan investasi. Mari kita sukseskan kebijakan Kredit Usaha Rakyat agar usaha mikro, kecil dan koperasi tumbuh dengan baik dan pembangunan kita dapat berlangsung dengan baik," jelas SBY. (mit)