Berita Utama

Presiden di Ponpes Cipasung

"Kebebasan Harus Disertai Akhlak, Tanggungjawab dan Kewajiban"

Presiden SBY memberi sambutan sebelum buka bersama  keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jabar, Kamis (18/9) petang.  (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memberi sambutan sebelum buka bersama keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jabar, Kamis (18/9) petang. (foto: abror/presidensby.info)
Tasikmalaya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak para ulama untuk melakukan refleksi dan tafakur dalam arti luas. "Sepuluh tahun yang lalu negara kita mengalami krisis. Krisis itu memang berasal dari luar negeri, tapi karena waktu itu juga ada permasalahan di dalam negeri, maka akhirnya kita terkena dampak." Demikian dikatakan Presiden saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama dengan para ulama keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung dan pimpinan Pondok Pesantren se-Priangan Timur di Gedung Rektorat Institut Agama Islam Cipasung (IAIC), Kamis (18/9) petang.

"Manusia bijak harus bisa mengambil pelajaran agar tidak mengulang kesalahan masa lalu," tambahnya. Presiden SBY kemudian menjelaskan tiga pelajaran berharga yang bisa diambil sebagai refleksi 10 tahun terakhir. "Pertama, bangsa kita harus lebih bersatu, jangan bercerai berai. Kita ingin makmur dan sejahtera bersama, bukan makmur dan sejahtera sendiri-sendiri. Jangan SDM, selamatkan diri masing-masing," seru SBY.

"Kedua, permusuhan anak bangsa, peristiwa tragis dan konflik komunal merenggut banyak korban jiwa, karena menyelesaikan masalah mengedapankan kekerasan. Itu bukan ajaran Islam, karena kita diwajibkan untuk bermusyawarah. Perbedaan itu shunatullah. Bila ada perbedaan, duduk bersama dan pecahkan bersama. Bila ada kejahatan, serahkan pada negara, jangan bertindak sendiri-sendiri," jelas SBY.

Pelajaran ketiga adalah, setelah bangsa Indonesia melakukan reformasi, demokrasi makin baik dan kebebasan sudah terlihat. "Kebebasan tidak boleh dilakukan secara sewenang-wenang. Harus disertai akhlak, tanggung jawab dan kewajiban. Kalau semuanya bebas, tidak ada aturan, mau jadi apa negara kita," ujar SBY. (osa)