Berita Utama

Presiden di Makassar:

Pelayanan yang Baik Adalah Bagian Kesejahteraan yang Didambakan Rakyat

Presiden SBY melambaikan tangah ke arah para penumpang  KM  Gunung Dempo, usai peresmian kapal tersebut di pelabuhan Soekarno - Hatta, Makassar, hari Jumat (26/9) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY melambaikan tangah ke arah para penumpang KM Gunung Dempo, usai peresmian kapal tersebut di pelabuhan Soekarno - Hatta, Makassar, hari Jumat (26/9) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Makassar: Transportasi adalah pilar penting dalam kegiatan ekonomi untuk melayani angkutan manusia dan barang, serta wisatawan yang sedang meningkat tinggi. Oleh karena itu, jawabannya bagi Indonesia, kita harus tingkatkan armada nasional, baik angkutan darat, laut maupun udara. Kita pun harus tingkatkan kapasitas pelabuhan dan bandara di seluruh tanah air secara bertahap, dengan simpul strategis yang telah kita pilih, contohnya di Makassar ini.

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam sambutannya saat meresmikan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, di Makassar hari Jumat (26/9) pagi. Secara bersamaan, Presiden sekaligus juga meresmikan Jalan Tol Seksi Empat dan KM Gunung Dempo serta kapal-kapal perintis.

Menurut Presiden, peresmian berbagai infrastruktur dan sarana transport hari ini mestilah diletakkan dalam konteks menjangkau ke depan menyambut peluang ekonomi di tanah air maupun kawasan di dunia. "Saya berharap setelah peresmian infrastruktur ini, ekonomi di Sulawesi Selatan, di seluruh Sulawesi, di kawasan Indonesia Bagian Timur serta ekonomi nasional, terus meningkat. Saya berharap pelayanan terhadap masyarakat dapat ditingkatkan. Pelayanan yang baik adalah bagian dari kesejahteraan yang didambakan rakyat," kata SBY

"Disadari untuk bangun infrastruktur butuh biaya besar. Infrastruktur yang harus dibangun banyak, tapi ada keterbatasan anggaran, karena anggaran juga harus membiayai pembangunan yang lain. "Pembangunan ditetapkan 2 kebijakan. Ada doubel track policy. Infrastruktur yang dibiayai oleh APBN. Tahun 2005 alokasi pembangunan infrastruktur sebesar Rp 21 trilyun. Dalam 3 tahun meningkat jadi Rp 58 trilyun, atau meningkat 165 persen. Tidak sedikit, tapi belum mampu membiayai seluruh infrastruktur Indonesia. Kita utamakan proyek strategis, seperti Bandara Internasional Hasanuddin di Makassar, Bandara Internasional Kuala Namo, dan Jembatan Suramadu," jelas Presiden. (win)