Berita Utama

Presiden: "Arah Pembangunan Ekonomi Kita Sudah Benar"

Presiden SBY saat menyampaikan keterangan pers soal antisipasi dampak krisis keuangan global, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat menyampaikan keterangan pers soal antisipasi dampak krisis keuangan global, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh rakyat Indonesia mengerti bahwa sistem yang kita miliki terus bekerja, kendati dunia sedang dilanda krisis global. ”Pemerintah dan pihak-pihak lainnya terus bekerja. Kita juga tahu mana yang kita utamakan dan yang kita lindungi untuk kepentingan rakyat, dan selebihnya tentu kita mengelola semua dampak dari krisis keuangan global ini pada perekonomian kita,” kata Presiden SBY pada bagian lain keterangan persnya di Ruang Pers Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/10) malam.

Kita belajar dari kegagalan kapitalisme global dari tidak sempurnanya mekanisme pasar. Sejak depresi besar tahun 1930-an, krisis Asia 10 tahun yang lalu, dan krisis keuangan global tahun ini. "Maka arah pembangunan ekonomi yang kita tempuh telah berjalan dengan benar. Tidak boleh kita tergantung kepada, katakanlah, faktor-faktor yang di luar kemampuan kita. Kita harus betul-betul menggunakan sumber daya yang kita miliki sendiri, termasuk sumber finansial yang ada di tangan kita,” Presiden menandaskan.

Pasar modal, ujar SBY, memang keniscayaan dari ekonomi global yang sudah terintegrasi. Tetapi kita makin tahu, makin banyak belajar, setiap saat pasar bisa terguncang. Setiap saat bisa mengalami krisis. ”Oleh karena itu, makin meyakinkan apa yang telah kita lakukan. Ekonomi dalam negeri harus kita perkuat, pasar domestik harus kita perkuat, sumber daya yang kita miliki kita kelola sebaik-baiknya untuk sumber pembiayaan dalam negeri,” ujar Presiden SBY.

Menurut Presiden SBY, gonjang-ganjing di pasar modal saat ini, baik harga saham, nilai tukar dan lain-lain, banyak di luar jangkauan kita. Itu semua karena globalisasi, karena tunduk pada hukum-hukum globalisasi. ”Tapi kita juga terus bekerja meminimalkan dampaknya,” ujar Prresiden SBY. (win)