Berita Utama

Perkembangan Keamanan Perbatasan Thailand

Presiden Langsung Hubungi PM Somchai dan PM Hun Sen

Presiden SBY, didampingi Menko Polhukkam Widodo AS dan Menlu Hassan Wirajuda, memberi keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10) sore, sesaat setelah mendarat dari Surabaya. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY, didampingi Menko Polhukkam Widodo AS dan Menlu Hassan Wirajuda, memberi keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10) sore, sesaat setelah mendarat dari Surabaya. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat memperhatikan perkembangan situasi keamanan di perbatasan Thailand dan Kamboja. Oleh karena itu, ketika mendapatkan kabar dari Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda bahwa situasi keamanan di perbatasan tersebut sedang memanas, Presiden SBY langsung menghubungi perdana menteri kedua negara melalui jaringan telepon.

"Saya berharap, perundingan damai dan negosiasi terus dilanjutkan. Konflik senjata dapat dicegah berdasarkan spirit ASEAN yang ingin menylesaikan permasalahan dengan damai," ujar Presiden, Selasa (14/10) sore, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdana Kusuma, beberapa saat setelah mendarat dari Surabaya. Selasa pagi, Presiden menjadi Inspektur Upacara pada HUT ke-63 TNI, di Markas Koarmatim, Surabaya.

"Kepada Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, saya mengatakan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari solusi. Hun Sen, sambil mengucapkan terima kasih atas kepedulian Indonesia, juga mengatakan bahwa situasi yang lebih buruk dapat dicegah," kata SBY. Presiden SBY juga berharap kepada Hun Sen agar Kamboja dapat menyelesaikan masalah ini secara damai dengan perundingan bilateral.

Kepada Perdana Menteri Thailand, Somchai Wongsawat, Presiden menyampaikan kecemasannya atas situasi yang terjadi di perbatasan antara Thailand dan Kamboja. "Nampaknya PM Thailand juga memiliki keinginan yang sama untuk kembali duduk dalam perundingan untuk mencegah konflik. Tanggal 21 Oktober nanti, akan dilakukan pertemuan yang lebih mendasar, substantif," jelas SBY, didampingi Menko Polhukkam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, Menkominfo M. Nuh, serta dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Kepada Presiden SBY, PM Thailand mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah memberikan dukungan untuk menyelesaikan konflik secara damai.

"Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan, sangat menginginkan Indonesia dapat berperan secara aktif untuk mencegah konflik bersenjata di kedua negara sahabat itu. Juga untuk bisa melanjutkan negosiasi perundingan bilateral antara kedua negara tersebut," jelas SBY.

"Ada harapan tinggi konflik tersebut dapat diselesaikan. Mudah-mudahan bisa terwujud, agar dapat dicegah konflik bersenjata antara kedua negara itu. Saya akan terus memantau. Indonesia sebagai founding father ASEAN berkomitmen untuk menyelesaikan masalah secara damai dengan pendekatan politik yang damai," ujar SBY menutup konferensi persnya. (mit)