Berita Utama
Senin, 20 Oktober 2008, 23:27:00 WIB
SBY Tidak Terlibat Kasus Orang Hilang
Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Djoko Santoso, dan Jaksa Agung Hendarman Supandji memberi keterangan pers usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden SBY, di Kantor Presiden, Senin (20/10) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Usai rapat malam hari, Mensesneg Sudi Silalahi memberi keterangan pers, didampingi Panglima TNI Djoko Santoso dan Jaksa Agung Hendarman Supandji. Presiden, kata Sudi, tidak terlibat dalam kasus orang hilang tahun 1997-1998 itu. Pada masa itu SBY menjabat Kasospol ABRI.
Pemberitaan yang mengaitkan SBY dalam kasus orang hilang ini muncul seiring dengan rencana DPR membentuk Pansus Orang Hilang. Karena itulah Presiden perlu mengadakan rapat membahas masalah ini, bukan karena panik. “Ini demi memberi kepastian pada masyarakat, dan bukan langkah panik. Masak memberi penjelasan dibilang panik,” kata Sudi mengawali keterangannya.
Sudi menjelaskan, Presiden SBY sangat prihatin dengan pemberitaan yang mengaitkannya dengan kasus orang hilang. “Ini pernyataan tidak sehat yang syarat dengan fitnah, pembunuhan karakter, dan politik gelap mata," ujar Sudi. Presiden mengimbau insan politik untuk berpolitik secara dewasa.
Sampai saat ini tidak ada panggilan dari Pansus DPR. Menurut Sudi, biar masyarakat tahu dan menilai sendiri. "Presiden tidak perlu melakukan tuntutan balik, yang penting duduk perkaranya sudah jelas,” Seskab menegaskan.
Presiden SBY, lanjut Sudi, akan mengikuti terus perkembangan pembahasan isu orang hilang di DPR. Termasuk wacana untuk memanggil SBY ke DPR untuk dimintai keterangannya.
Seskab menambahkan, dengan penjelasannya ini masyarakat bisa menilai sendiri kebenaran isu tersebut. “Agar masyarakat tahu duduk pemasalahan. Perlu dan tidaknya pemanggilan terhadap presiden, masyarakat dapat menilai sendiri urgensinya," ujar Sudi.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menjelaskan, kasus orang hilang ini telah ditangani secara proyudisial dan non yudisial. Pelakunya sudah dijatuhi hukuman, dan tidak ada keterlibatan SBY yang kala itu menjabat Kasospol ABRI. (win)



