Berita Utama

SBY di Semarang

Inovasi Teknologi untuk Hadapi Tatanan Dunia yang Tidak Adil

Presiden SBY saat menyampaikan sambutan pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna, Kamis (30/10) siang, di Semarang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat menyampaikan sambutan pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna, Kamis (30/10) siang, di Semarang. (foto: abror/presidensby.info)
Semarang: Inovasi teknologi banyak menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa-bangsa di dunia. Oleh karena itu, sejak dulu saya mendorong pengembangan teknologi tepat guna ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini dalam bagian lain sambutannya saat membuka Gelar Teknologi Tepat Guna, Kamis (30/10) siang, di Semarang, Jawa Tengah.

Untuk Presiden berharap seluruh pimpinan daerah terus memberikan ruang, mendorong dan memberikan fasilitas serta bantuan agar inovasi teknologi tepat guna ini berkembang di daerah masing-masing. "Mengapa kita harus terus mendorong inovasi teknologi tepat guna ini? Karena kita hidup dalam tatanan ekonomi dunia. Dari pengalaman sejarah 20 hingga 30 tahun terakhir ini, kita merasakan tatanan hidup dunia ini ternyata belum aman benar, belum adil benar, belum memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh bangsa untuk tumbuh berkembang menjemput kemakmurannya," kata Presiden SBY.

Presiden memberikan contoh, 10 tahun lalu Asia mengalami krisis keuangan yang menjadi krisis ekonomi, termasuk di Indonesia. "Sekarang ini ketika kita sedang tenang-tenang membangun --tidak ada hal yang keliru di negeri ini, tiba-tiba ada gelombang krisis baru, yang bermula dari Amerika Serikat, memukul keuangan negara maju dan hasilnya seperti gelombang tsunami. Sekarang menjalar ke seluruh bagian dunia," ujar Presiden SBY

"Ini contoh, bangsa yang tidak bersalah pun bisa terdampak, bisa mendapatkan kesulitan akibat krisis yang hadir setiap saat, akibat tatanan ekonomi dunia yang kita anut sekarang ini. Solusinya adalah perlu dibangun tatanan ekonomi dunia baru yang lebih adil, aman, yang tidak perlu setiap bangsa cemas dan was-was kalau tiba-tiba ada krisis dan menyulitkan kehidupannya," Presiden menegaskan.

Usai memberikan sambutan dan membuka Gelar TTG, Presiden SBY meninjau pameran dan melihat langsung demontrasi TTG hasil karya anak bangsa. Selanjutnya Presiden SBY bertolak kembali menuju Jakarta melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. (win)